Relawan Sosial Dampingi Tenaga Medis dan Keluarga Pasien Covid-19

Rabu, 29 April 2020 | 21:22 WIB
AR
B
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: B1
Sosialisasi pencegahan Covid-19.
Sosialisasi pencegahan Covid-19. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Selain program jaring pengaman sosial, Kementerian Sosial (Kemsos) juga melakukan upaya nyata dalam upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 dengan membentuk tim relawan sosial pendamping tenaga medis dan keluarga korban Covid-19.

"Kita tahu tenaga medis merupakan garda depan yang rentan tertular Covid-19, salah satunya dari pasien yang ditanganinya. Sementara bagi keluarga penderita juga perlu pendampingan," kata Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial Kemsos, Syahabuddin, dalam pernyataan virtualnya di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, ketika seseorang menjadi penderita Covid-19, maka keluarga secara emosional akan terganggu karena harus terpisah akibat isolasi. Kemudian, mereka juga akan mendapatkan stigma dan perlakuan tidak pantas yang mungkin timbul dari lingkungan.

"Maka Kemsos melakukan perekrutan relawan dengan nama program Poltekesos Bandung Memanggil. Mereka yang dilibatkan sebagai relawan adalah unsur dosen, alumni Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung dan mahasiswa jurusan Kesejahteraan Sosial," paparnya.

Saat ini, sudah ada 415 relawan yang berasal dari berbagai daerah seperti Bandung, Kendari, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Utara, dan Makasar.

Relawan juga diberi pelatihan yang dilaksanakan minggu kedua bulan April 2020. Pelatihan dilakukan secara daring dengan mengacu pada protokol relawan Covid-19, dengan bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Usai pelatihan, peserta langsung bertugas di lapangan untuk menjadi relawan tenaga pendamping. Di tahap awal, tim inti dari Poltekesos Bandung melakukan pendampingan pada garda terdepan program Bandung Bangkit dengan sasaran sebanyak 40 orang seperti para camat, lurah dan aparat terkait.

Berikutnya, tim inti siap berkarya di lapangan dalam desk relawan penanganan Covid-19 milik BNPB. "Direncanakan para relawan akan bekerja hingga pandemi Covid-19 berakhir," imbuhnya.

Dalam menjalankan tugasnya, ada pembagian tugas. Pekerja sosial senior menangani pendampingan bagi para dokter. Pekerja sosial alumni Satuan Bakti Sosial Mahasiswa (SBSM) mendampingi perawat. Sedangkan pekerja sosial Ikatan Alumni/Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) mendampingi keluarga. Untuk mahasiswa jurusan pekerjaan sosial akan mendampingi relawan.

Para relawan tenaga pendamping sosial bekerja menggunakan metode berbasis tehnologi informasi dengan memberikan layanan dalam jaringan (daring). Adapun layanan pendampingan yang dilakukan meliputi konseling online, management stress, briefing, dan dukungan moral.

Hingga saat ini relawan sosial sudah mulai memberikan pendampingan bagi tim medis dan keluarga korban Covid-19.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon