BM Kedelai Nol Persen, Pendapatan Negara Hilang Rp400 M
Sabtu, 28 Juli 2012 | 12:20 WIB
Sekarang ini harus ada kebijakan terintegrasi, ini yang penting, jadi bagaimana pemerintah berpihak pada bangsa sendiri.
Penurunan bea masuk (BM) kedelai dari 5 persen menjadi nol persen akan menghilangkan pendapatan negara sekitar Rp400 miliar.
Kebijakan pengurangan bea masuk menurut Wakil Ketua Komisi IV Firman Subagio kontraproduktif dengan rencana pemberdayaan petani kedelai Indonesia.
"Sekarang ini harus ada kebijakan terintegrasi, ini yang penting, jadi bagaimana pemerintah berpihak pada bangsa sendiri," kata Firman Subagio dalam diskusi bertajuk "Memble tanpa Kedele" di kawasan Cikini, Jakarta, hari ini.
Kurangnya pasokan kedelai menyebabkan harga bahan baku tempe tahu tersebut melonjak hingga Rp8.000 per kilogram (kg).
Politikus Golkar ini menilai, penurunan BM merupakan solusi sesaat, bukan jangka panjang. Justru menurut dia, penurunan bea masuk ini yang diinginkan para spekulan.
"Yang diuntungkan penurunan ini lagi-lagi importir karena stok barang mereka beli dengan harga lama akan naik dan dimasukkan dengan bea masuk nol persen," kata dia.
Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Achmad Suryana, mengakui penurunan bea masuk merupakan solusi jangka pendek yang dilakukan pemerintah. Sebab, yang utama saat ini adalah kebutuhan harus tercukupi terlebih dahulu.
Menurutnya, penurunan bea masuk hanya dilakukan hingga Desember mendatang. Pemerintah juga akan mendorong koperasi untuk bisa mengimpor langsung
"Kerangka pikir sekarang itu sampai akhir Desember, atau bisa ditinjau kembali kalau harga tiba-tiba turun.," kata Achmad Suryana dalam kesempatan yang sama.
Dia mengatakan, Kementerian Pertanian sudah membuat cetak biru lima komoditas pangan termasuk kedelai. Pada tahun 2014 mendatang, pemerintah kata dia bahkan menargetkan swasembada kedelai.
Untuk rencana jangka panjang itu, pemerintah akan menggenjot peningkatan produksi melalui luas tanam dan peningkatan infrastruktur serta teknologi pertanian.
"Memang harus ada pemupukan dan pengendalian hama yang baik harus ada dukungan sisi teknologi dan permodalan," tutupnya.
Penurunan bea masuk (BM) kedelai dari 5 persen menjadi nol persen akan menghilangkan pendapatan negara sekitar Rp400 miliar.
Kebijakan pengurangan bea masuk menurut Wakil Ketua Komisi IV Firman Subagio kontraproduktif dengan rencana pemberdayaan petani kedelai Indonesia.
"Sekarang ini harus ada kebijakan terintegrasi, ini yang penting, jadi bagaimana pemerintah berpihak pada bangsa sendiri," kata Firman Subagio dalam diskusi bertajuk "Memble tanpa Kedele" di kawasan Cikini, Jakarta, hari ini.
Kurangnya pasokan kedelai menyebabkan harga bahan baku tempe tahu tersebut melonjak hingga Rp8.000 per kilogram (kg).
Politikus Golkar ini menilai, penurunan BM merupakan solusi sesaat, bukan jangka panjang. Justru menurut dia, penurunan bea masuk ini yang diinginkan para spekulan.
"Yang diuntungkan penurunan ini lagi-lagi importir karena stok barang mereka beli dengan harga lama akan naik dan dimasukkan dengan bea masuk nol persen," kata dia.
Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Achmad Suryana, mengakui penurunan bea masuk merupakan solusi jangka pendek yang dilakukan pemerintah. Sebab, yang utama saat ini adalah kebutuhan harus tercukupi terlebih dahulu.
Menurutnya, penurunan bea masuk hanya dilakukan hingga Desember mendatang. Pemerintah juga akan mendorong koperasi untuk bisa mengimpor langsung
"Kerangka pikir sekarang itu sampai akhir Desember, atau bisa ditinjau kembali kalau harga tiba-tiba turun.," kata Achmad Suryana dalam kesempatan yang sama.
Dia mengatakan, Kementerian Pertanian sudah membuat cetak biru lima komoditas pangan termasuk kedelai. Pada tahun 2014 mendatang, pemerintah kata dia bahkan menargetkan swasembada kedelai.
Untuk rencana jangka panjang itu, pemerintah akan menggenjot peningkatan produksi melalui luas tanam dan peningkatan infrastruktur serta teknologi pertanian.
"Memang harus ada pemupukan dan pengendalian hama yang baik harus ada dukungan sisi teknologi dan permodalan," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




