Ahmadiyah Klaim Tak Pernah Salahkan Negara
Selasa, 31 Juli 2012 | 23:23 WIB
Tidak ada seorang pun dari warga Ahmadiyah yang menginginkan perpecahan dalam kerangka NKRI.
Ulama Jemaat Ahmadiyah Indonesia Zafrullah Ahmad Pontoh mengatakan Ahmadiyah tidak pernah menyalahkan negara atas perlakuan diskriminatif yang mereka alami.
"Kami tidak pernah menyalahkan Negara Indonesia atas diskriminasi yang kami terima karena yang bersalah adalah oknum pemerintah," kata Zafrullah, usai diskusi "Benarkah Indonesia Negara Gagal? Bercermin pada Kasus Persekusi Ahmadiyah" di Ma'arif Institute, Jakarta Selatan, hari ini.
Menurut Zafrullah, jika pemerintah sebagai pengatur negara menjalankan konstitusi dengan sebanar-benarnya dan seadil-adilnya, tidak akan ada lagi diskriminasi terhadap Ahmadiyah maupun kaum minoritas yang ada di Indonesia.
"Kami tidak pernah menyalahkan Negara Indonesia, tetapi kami meminta kepada pemerintah yang mengatur negara ini untuk menjalankan konstitusi dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya," tutur dia.
Sebagai seorang anggota jemaat, Zafrullah juga menolak membenarkan diskriminasi yang dialami Ahmadiyah di Indonesia menjadi indikator kegagalan Indonesia sebagai institusi negara.
"Bukan negara Indonesia yang gagal, melainkan oknum pemerintah yang gagal. Oleh karena itu, konstitusi harus dijalankan agar negara tidak dianggap gagal," ungkap dia.
Zafrullah menambahkan tidak ada seorang pun dari warga Ahmadiyah yang menginginkan perpecahan dalam kerangka NKRI, sebaliknya mereka ingin berkontribusi positif kepada negara.
"Itu yang kami inginkan, diperlakukan sama dengan semua anak bangsa dan menjalankan kewajiban kami untuk berkontribusi positif kepada negara," tandas dia.
Ulama Jemaat Ahmadiyah Indonesia Zafrullah Ahmad Pontoh mengatakan Ahmadiyah tidak pernah menyalahkan negara atas perlakuan diskriminatif yang mereka alami.
"Kami tidak pernah menyalahkan Negara Indonesia atas diskriminasi yang kami terima karena yang bersalah adalah oknum pemerintah," kata Zafrullah, usai diskusi "Benarkah Indonesia Negara Gagal? Bercermin pada Kasus Persekusi Ahmadiyah" di Ma'arif Institute, Jakarta Selatan, hari ini.
Menurut Zafrullah, jika pemerintah sebagai pengatur negara menjalankan konstitusi dengan sebanar-benarnya dan seadil-adilnya, tidak akan ada lagi diskriminasi terhadap Ahmadiyah maupun kaum minoritas yang ada di Indonesia.
"Kami tidak pernah menyalahkan Negara Indonesia, tetapi kami meminta kepada pemerintah yang mengatur negara ini untuk menjalankan konstitusi dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya," tutur dia.
Sebagai seorang anggota jemaat, Zafrullah juga menolak membenarkan diskriminasi yang dialami Ahmadiyah di Indonesia menjadi indikator kegagalan Indonesia sebagai institusi negara.
"Bukan negara Indonesia yang gagal, melainkan oknum pemerintah yang gagal. Oleh karena itu, konstitusi harus dijalankan agar negara tidak dianggap gagal," ungkap dia.
Zafrullah menambahkan tidak ada seorang pun dari warga Ahmadiyah yang menginginkan perpecahan dalam kerangka NKRI, sebaliknya mereka ingin berkontribusi positif kepada negara.
"Itu yang kami inginkan, diperlakukan sama dengan semua anak bangsa dan menjalankan kewajiban kami untuk berkontribusi positif kepada negara," tandas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




