Diskualifikasi, Atlet Bisa Lapor ke Pengadilan Olah Raga

Selasa, 7 Agustus 2012 | 13:43 WIB
RD
B
Penulis: Reuters/Antara/ Yudo Dahono | Editor: B1
Wasit dari WBF Torsten Berg saat  menghentikan pertandingan bulutangkis antara pemain ganda puteri Indonesia  Greysia Polii dan Meilana Jauhari melawan pebulutangkis Korea Selatan  Ha Jung Eun dan Kim Min Jung  di Olimpiade London 2012. FOTO: AFP PHOTO / ADEK BERRY
Wasit dari WBF Torsten Berg saat menghentikan pertandingan bulutangkis antara pemain ganda puteri Indonesia Greysia Polii dan Meilana Jauhari melawan pebulutangkis Korea Selatan Ha Jung Eun dan Kim Min Jung di Olimpiade London 2012. FOTO: AFP PHOTO / ADEK BERRY
Delapan atlet bulu tangkis yang didepak dari Olimpiade London pekan lalu, sebenarnya dapat membawa kasus mereka ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Atlet dari China, Indonesia dan Korea Selatan dikeluarkan dari Olimpiade karena dianggap bermain tidak serius untuk mendapatkan lawan yang lebih ringan pada babak penyisihan selanjutnya.

Pemain unggulan China, Yu Yang dan Wang Xiaoli yang didiskualifikasi, menerima keputusan yang dilakukan federasi. Sementara itu atlet Indonesia dan Korea Selatan tidak berhasil mendapatkan naik banding karena keputusan dari federasi bulu tangkis dunia itu.

"Karena sanksi itu, yang kelihatannya amat berat bagi atlet yang bertanding di Olimpiade itu, saya memperhitungkan mereka dapat mencoba berhubungan dengan CAS," kata Matthieu Reeb  kepada Reuters.

"Karena prosedurnya begitu cepat, maka amat penting bagi mereka untuk melakukan itu agar mendapatkan jawaban resmi sebelum mereka meninggalkan London," katanya.

"Para atlet itu memang tidak bisa memanfaatkan dewan pengadilan ad hoc CAS di London selama berlangsung Olimpiade, yang seharusnya mereka bisa memperoleh jawaban dalam 24 jam setelah mereka melancarkan banding," katanya.

Sebegitu jauh, CAS sudah mendengar sembilan kasus di London, semua menyangkut persaratan dan seleksi atlet.

"Tidak ada banding (di bulu tangkis), karena saya yakin mereka tidak mendapat petunjuk dari komite Olimpiade nasional agar mereka mendatangi CAS sebagai prosedur publik," katanya.

"Tapi saya kira ini isu amat menarik bagi kami, karena ini melibatkan masalah yang tidak melanggar aturan, tetapi lebih menyangkut sportifitas dan moral bertanding atlet," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon