Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Tambah 30

Senin, 31 Agustus 2020 | 18:47 WIB
VS
JS
Penulis: Vento Saudale | Editor: JAS
Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Beritasatu Photo/Vento Saudale)

Bogor, Beritasatu.com - Dalam tiga hari terakhir rata-rata pasien bertambah 20 kasus di Kota Bogor. Terkini, Satuan Gugus Covid-19 melaporkan 30 lagi pasien terinfeksi. Dengan demikian jumlah akumulatif tiga hari berturut-turut menembus 74 kasus.

Juru Bicara Penaganan Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Rerno dalam rilisnya Senin (31/8/2020), menyatakan adanya penambahan 30 kasus baru, selain itu bertambah 20 kasus pasien positif sembuh, dan meninggal 1 kasus.

"Sehingga total akumulatif angka kasus positif 627 kasus, dengan rincian 235 pasien aktif, sembuh 361, dan meninggal 31 orang," papar Retno, Senin (31/8/2020) sore.

Untuk kategori probable, tercatat penambahan 3 kasus baru. Total jumlah sebanyak 60 pasien terdiri dari 51 meninggal, 6 sakit, dan sembuh 3 pasien. Untuk kasus, pasien dengan kategori suspek (PDP/ODP) mencapai 2.417 dengan rincian 2.305 sembuh, 37 meninggal, dan 76 pasien masih dalam perawatan.

Sedangkan untuk kasus dengan kategori kontak erat dilaporkan berjumlah 1.382 pasien dengan rincian sembuh 1.149 pasien, dan masih dalam karantina 233 kasus.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya, melakukan sidak langsung ke tiga RW zona merah, yakni di RW 05, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, RW 04 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal dan RW 01 Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

Di ketiga kecamatan tersebut, sembari jalan mendatangi rumah pasien terkonfirmasi positif, Bima juga menyapa warga agar menerapkan protokol kesehatan. Setelahnya Bima langsung memberikan pesan singkat.

"Bogor sekarang sedang zona merah, ada 104 RW zona merah. Pemerintah Kota Bogor telah secara resmi melakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas. PSBMK ini fokus pengawasan ke wilayah di RW zona merah," ujar Bima.

Bima mengatakan, terkhusus RW zona merah dimohon kerja samanya untuk patuh menerapkan protokol kesehatan, mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, serta memakai masker saat keluar rumah. Selain itu, tidak membuat acara yang mengundang kerumunan, melapor ketika ada orang dari luar kota atau warga yang ingin keluar kota, membatasi jam malam dan terus memantau keluarga pasien terkonfirmasi positif.

"Setiap hari dipantau kesehatan keluarga yang positif, terus dijaga protokol kesehatannya dan semoga warga yang terkonfirmasi positif segera diberi kesembuhan," kata Bima.

Bima menuturkan, di hari ini pula ada penambahan 23 positif, dua di antaranya seorang bayi dan seorang kakek (lansia). Menurutnya, dalam situasi seperti ini harus menjadi kepedulian bersama, karena siapa saja bisa terkena virus corona. Ini juga yang membuat pentingnya pembatasan aktivitas di luar dan pembatasan aktivitas malam hanya sampai pukul 21.00 WIB.

"Ukuran weekend relatif sepi, tinggal konsisten semuanya mengawasi. Mulai besok insyaallah diberlakukan sanksi teguran, teguran sosial, denda dan untuk unit usaha yang masih membandel akan dicabut izin usahanya. Warga juga bisa melaporkan pelanggaran, indikasi kasus, aparat tidak responsif ke RW Siaga atau ke Aplikasi Si-Badra," tegas Bima.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon