Jokowi: Ibarat Semut Melawan Gajah

Jumat, 24 Agustus 2012 | 11:28 WIB
UN
WP
Penulis: Ulin Yusron/ Ratna Nuraini | Editor: WBP
Pendukung Jokowi-Basuki (Ahok) merayakan keunggulan suara calon mereka di Pemilu Kada DKI Jakarta
Pendukung Jokowi-Basuki (Ahok) merayakan keunggulan suara calon mereka di Pemilu Kada DKI Jakarta (Antara)
Kendati begitu pasangan Cagub DKI Jakarta Jokowi-Ahok mengaku tidak gentar.

Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo--yang akrab disapa Jokowi--mengaku telah memiliki strategi jitu menghadapi putaran kedua. Termasuk, mengupayakan koalisi riil, yaitu dengan rakyat, ketimbang koalisi simbolis.

Hal itu terungkap dalam wawancara khusus dengan Jokowi, yang dilakukan Beritasatu.com, kemarin, di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung, Jateng, kemarin.

"Kalau koalisi enggak usah dibicarakan lagi. Yang kita usahakan sekarang adalah koalisi partai di TPS, bukan koalisi simbolis. Koalisi di TPS itu yang kita garap, itu koalisi riil dan yang paling penting lagi koalisi dengan rakyat," tuturnya.

Kendati mengaku terus mengupayakan hal itu, Jokowi menolak untuk membeberkan strategi yang digunakan timnya. "Saya tidak usah cerita strateginya apa. Bagaimana lagi, kita ini dikeroyok dan dikepung partai besar. Ya satu-satunya jalan larinya ke situ. Tidak ada tempat lain selain berkoalisi dengan rakyat. Koalisi partai di TPS semua kita rangkul. Kita ini kayak semut lawan gajah," tandasnya.

Walau menghadapi situasi serupa itu, Jokowi mengaku optimistis memimpin Ibu Kota, jika akhirnya memenangkan pesta demokrasi di DKI yang digelar pada 20 September 2012. Termasuk, menjalin komunikasi politik yang baik dengan dewan setempat.

"Itu hanya masalah komunikasi (dengan DPRD). Gubernur dengan dewan itu mitra. Jangan keliru, DPRD itu bukan lawan. Asal untuk kepentingan masyarakat, saya kira, dewan akan memberikan dukungan. Yang penting itu bagaimana mengkomunikasikan program ke dewan, mempresentasikan dengan dewan. Dewan juga orang-orang pinter kan," paparnya.

Optimistis Jokowi itu tentu bukan tanpa sebab. Sebab, kemudian Wali Kota Surakarta itu pun memaparkan yang terjadi selama ini di Surakarta.  

"Kuncinya komunikasi politik yang baik. Di Solo, nyatanya tidak pernah ada pengambilan keputusan melalui voting. Semua musyawarah. Kalau dengan dewan itu mudah, kita ini bermitra. Saya kan sudah dua periode mengertilah bagaimana cara komunikasi," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon