Kesehatan Emosi Ibu Pengaruhi Kesehatan Gigi Anak
Jumat, 24 Agustus 2012 | 19:39 WIBIbu harus menjaga kesehatan dirinya, kemudian memerhatikan kesehatan anak.
Kesehatan emosi dan tingkat edukasi ibu di tahun pertama anak akan memengaruhi kondisi kesehatan mulut anak saat ia berusia 14 tahun. Begitu konklusi studi yang dilangsungkan Case Western Reserve University di AS.
Para peneliti melakukan studi dengan metode terbalik, melihat kondisi anak-anak di usia 14 tahun, lalu dirunut ke belakang saat para responden masih berusia 3 tahun untuk mengetahui hal-hal yang memengaruhi kesehatan oralnya.
Para ibu dari anak-anak yang menjadi responden diwawancara oleh kepala peneliti, Suchitra Nelson, pakar kesehatan gigi di Case Western Dental School. Menurutnya, sebenarnya bukan hanya sebatas kesehatan ibu, tetapi siapa pun yang paling sering merawat anak.
Tim Nelson meneliti sekitar 224 remaja yang berpartisipasi dalam studi longitudinal yang juga menyertakan informasi berat badan kelahiran anak.
Para peneliti mengumpulkan informasi kesehatan dan medis dari anak-anak dan para ibu untuk melihat kesehatan responden saat ia berusia 3 tahun, 8 tahun, dan 14 tahun.
Para peneliti menganalisa kesehatan oral anak-anak remaja dengan menghitung jumlah gigi yang rusak, ditambal, atau gigi permanen yang tanggal, serta menghitung level plak gigi, gejala kebersihan gigi yang rendah, menurut data yang ada di Case Western Dental.
Para ibu diminta melengkapi kuesioner mengenai perawatan-perawatan pencegahan yang ia beri kepada si anak, mulai dari aturan pembatasan konsumsi minuman berpemanis buatan, kebiasaan berkumur dengan mouthwash, dan rutinitas jadwal kunjungan ke dokter gigi.
Data menunjukkan, meski anak-anak memiliki asuransi kesehatan mulut, perawatan menggunakan fluoride, dan mendapat perawatan semasa kecil, kesemua itu tidak selalu mencegah gigi bolong saat anak berusia 14 tahun, kata Nelson.
"Kita tidak bisa mengabaikan lingkungan anak-anak ini. Belum cukup hanya dengan memastikan apakah si anak cukup menyikat gigi dan membersihkan sela gigi dengan benang khusus, mereka butuh perhatian mengenai kesehatan giginya, terutama dari orang yang paling sering merawat mereka," imbuh Nelson.
Hasil studi ini mengutarakan, para ibu yang level edukasinya melewati masa SMA, memiliki kesehatan emosional yang baik, dan memiliki pengetahuan mengenai pola makan yang baik, dan pada akhirnya memiliki remaja yang sehat.
Nelson merekomendasikan para ibu agar memastikan dirinya terawat agar mampu merawat anak-anaknya.
Sebagai ilustrasi, Nelson memberi contoh, dalam pesawat terbang, saat terjadi masalah, ibu disarankan untuk mengenakan dulu masker kepada dirinya, baru bantu anak mengenakan masker untuknya. Tetapi memang, menurut Nelson, ada kalanya para ibu butuh bantuan dalam merawat kesehatan anaknya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




