Erick Thohir: Pemerintah Perkuat Upaya Penanganan Covid-19

Kamis, 24 September 2020 | 10:29 WIB
LO
NL
WP
Penulis: Lona Olavia, Novy Lumanauw
Editor: WBP
Erick Thohir.
Erick Thohir. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus memperkuat langkah strategis untuk mengantisipasi meluasnya dampak pandemi Covid-19. Di seluruh dunia, per 23 September, terjadi peningkatan lebih 246.000 kasus hingga menjadi 31,4 juta kasus. Kenaikan lebih 83.000 kasus terjadi di India, 39.000 di Amerika Serikat, 8.900 kasus di Prancis, dan 4.900 kasus di Inggris. Sementara, terdapat sejumlah negara yang belum melaporkan penambahan kasusnya. Di Indonesia sendiri, terjadi kenaikan 4.400 kasus seiring dengan munculnya klaster baru.

"Berbagai langkah strategis hasil koordinasi lintas kementerian/lembaga, terutama Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah telah dilakukan. Mulai penambahan kemampuan testing spesimen, menyiapkan dan menambah kesediaan tempat tidur di rumah sakit serta ruang isolasi, meningkatkan standarisasi penanganan kasus dan pasokan obat terapi penyembuhan, hingga percepatan ketersediaan vaksin Covid-19," ujar Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Hingga kini, langkah-langkah tersebut menampakkan hasil positif. Per Rabu (23/9/2020), pemeriksaan spesimen harian Covid-19 mencapai 38.181, melebihi standar WHO, dan persentase pasien sembuh mencapai 73 persen.

Langkah strategis berikutnya kata dia, meningkatkan tren kesembuhan dan mengantisipasi peningkatan kasus. Pemerintah memastikan kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan terjaga dan menjaga ketersediaan fasilitas isolasi pasien dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG). "Contohnya Wisma Atlet untuk wilayah DKI Jakarta, dan hotel-hotel bintang 2 dan 3 di daerah. Hal ini meringankan beban rumah sakit, serta mengurangi beban tenaga medis supaya tidak kelelahan, yang penting membatasi penyebaran virus dan penularan OTG," tambah Erick.

Selain itu, KPCPEN melakukan koordinasi dengan BUMN holding rumah sakit untuk mendorong standarisasi terapi kesembuhan pasien Covid-19. "Standarisasi manajemen klinis dalam terapi kesembuhan pasien Covid-19 ini penting agar para dokter di wilayah yang jauh dari kota-kota besar bisa mengikuti prosedur medis yang distandarkan dan ada rujukan dalam perawatan pasien, baik bergejala ringan, sedang, atau berat," tambah Erick.

Di bidang farmasi, KPCPEN mendorong kemampuan perusahaan dalam negeri dalam penyediaan alat kesehatan dan obat-obatan esensial untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19. Beberapa obat antiviral yang diperlukan untuk menangani pasien Covid-19 memang masih impor, seperti remdesivir, namun dua perusahaan farmasi nasional, Indofarma dan Kimia Farma tengah berupaya memproduksi obat antiviral lokal.

Saat ini Indofarma memproduksi antiviral oseltamivir, yang sebelumnya diimpor. Sementara itu, Kimia Farma siap memproduksi favipiravir dan sekarang tengah memproses registrasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Berkaitan penyegeraan vaksin Covid-19, pemerintah terus mempercepat ketersediaan vaksin lewat jalur bilateral dan multilateral. Selain kerja sama Biofarma dengan Sinovac, atau Kimia Farma dengan G42, serta penjajakan kerjasama dengan Genexine, CanSino, dan AstraZeneca, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan farmasi lainnya, Pfizer, Johnson & Johnson, dan Novafax.

"Ditambah mekanisme kerja sama multilateral dengan UNICEF dalam kerangka COVAX Facility, yakni berupa jaminan akan kecepatan, ketersediaan, dan pengiriman vaksin, maka usaha kita untuk menyegerakan ketersediaan vaksin demi melindungi masyarakat sudah di jalur yang tepat," tambah Erick.

Dia menyatakan keyakinannya bahwa semangat gotong royong semua pihak akan menjadi modal besar bangsa hadapi pandemi Covid-19. Erick terus mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk terus disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, untuk menjaga dari potensi penularan



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon