123 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Menko PMK Minta Dokter Saling Menguatkan
Minggu, 27 September 2020 | 19:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Per hari ini, 26 September 2020, data Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunjukkan jumlah dokter yang gugur saat menangani Covid-19 sebanyak 123 orang. Sementara, ribuan dokter telah menjadi tenaga relawan Covid-19 hingga 20 September 2020, yang terdiri dari 6.507 dokter internship, 1.050 dokter umum , 27 dokter spesialis, dan 282 dokter gigi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, pekerjaan menjadi dokter adalah sangatlah mulia. Hanya seringkali, dokter lupa menjaga keselamatan diri karena lebih mengutamakan tuntutan profesi dan tanggung jawab sosial.
"Ini bukan pikiran egois, tapi kalau keselamatan dokter terganggu atau hilang maka kerugiannya bukan hanya pribadi tetapi masyarakat luas juga akan rugi karena kemanfaatannya juga akan hilang," kata Muhadjir pada seminar virtual "Peran Strategis Organisasi Profesi di Masa Pandemi Covid-19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru" yang diadakan PB IDI, Minggu (27/9/2020).
Oleh sebab itu, menurut Muhadjir, dibutuhkan rasa kesetiakawanan dari sesama dokter untuk saling menguatkan dan mendukung perjuangan melawan Covid-19. Pemerintah sendiri terus berupaya menemukan solusi untuk menekan angka fatalitas dokter maupun tenaga kesehatan (nakes).
"Jangan biarkan mereka yang berada di garis depan berjuang sendiri. Kalau perlu ada restrukturisasi keahlian sehingga semua dokter bisa terlibat secara profesi di dalam menangani Covid-19," kata Muhadjir.
Muhadjir pun meminta kepada PB IDI selaku organisasi yang mewadahi seluruh dokter di Indonesia untuk bertanggung jawab melindungi dan memfasilitasi para anggotanya, termasuk sejumlah dokter yang tengah berjuang di garis terdepan penanganan Covid-19. PB IDI juga diminta mengupayakan semua anggota merasa aman berada di garis depan.
Bersama-sama IDI wilayah di seluruh Indonesia, Muhadjir berharap ada rumusan tentang bagaimana menjamin para dokter terutama yang berjuang di garda depan penanganan Covid-19 sehingga mereka merasa aman dalam memberikan pelayanan terbaiknya.
"Bangun solidaritas dengan rasa senasib sepenanggungan. Rasa kesejawatan dan tanggung jawab bersama mengemban amanah profesi dokter," katanya.
Muhadjir juga mengajak seluruh organisasi profesi termasuk IDI untuk menyosialisasikan upaya menyelamatkan Indonesia dari pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.
Hadir dalam seminar virtual yang juga ditayangkan langsung melalui Youtube itu, Ketua Umum PB DI Daeng Faqih, Ketua IDI Wilayah Jawa Barat Eka Mulyana, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia David S Perdana Kusuma, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Broto Wasisto, Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Poedjo Hartono, Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Muhammad Adib Khumaidi, para Ketua IDI Wilayah dari seluruh Indonesia, serta para anggota IDI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




