UMKM Perlu Dukungan untuk Berkreasi di Masa Pandemi
Senin, 28 September 2020 | 14:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PP Kagama sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai melambat. Sejauh ini, sektor pertanian masih menjadi penyumbang yang positif bagi pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian pengembangan sektor pertanian masih membutuhkan pendampingan, seperti kebijakan soal penjaminan keuangan bisa menjadi salah satu solusi.
Alumnus Fakultas Hukum UGM itu menyampaikan bahwa, pada Kuartal II 2020 lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan angka -5,4 persen. Presiden Joko Widodo kata Ganjar, berharap angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa positif di kuartal ke III.
"Namun, kita bersikap realistis, karena segala cara telah dilakukan. Untuk mewujudkan itu, nampaknya tidak mudah. Maka dari itu, optimismenya harus kita pertahankan sampai kuartal terakhir, tentu dengan menjalankan berbagai relaksasi," ujar pria asal Karanganyar, Jawa Tengah itu dalam acara seminar Kagama Inkubasi Bisnis (KIB) XIV, bertajuk Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi, yang digelar secara daring, Senin (28/9/2020).
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pemerintah dan masyarakat juga perlu memperhatikan hal-hal kecil, seperti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkreasi membangkitkan ekonomi. Ganjar selama pandemi telah membuka lapak bagi UMKM melalui hastag #LapakGanjar di media sosial.
"Ternyata hal-hal kecil seperti ini jika kita gerakkan ramai-ramai ternyata cukup membantu. Memang belum memberikan hasil yang bagus, tetapi bisa membuat masyarakat bertahan. Dengan cara ini, kita juga sudah ikut membantu masyarakat melakukan peralihan usaha dari konvensional ke digital,"pungkasnya.
Ganjar berharap diskusi yang nantinya menghasilkan solusi di tingkat makro ini bisa diterjemahkan ke tingkat mikro, sehingga diskusi ini kemudian bisa melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang mikro pula. Ada pemerintah kabupaten, pemerintah kota, dan kelompok masyarakat yang bisa ikut membantu menggerakkan rekomendasi-rekomendasi tersebut.
Menerapkan peraturan ketat dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 menjadi pilihan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ketua Umum PP Kagama sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam konteks politik kesehatan turut memengaruhi kesehatan ekonomi Indonesia.
"Dalam persoalan ini, para ilmuwan sosial diharapkan bisa membuat semacam social re-engineering. Mungkin orang-orang ilmu hukum bisa menyampaikan, misalnya terkait aturan hukum yang barlaku dalam situasi pandemi Covid-19," ujar Ganjar dalam acara seminar Kagama Inkubasi Bisnis (KIB) XIV, bertajuk Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi, yang digelar secara daring, Senin (28/9/2020).
Sanksi sederhana untuk orang-orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan sempat diberlakukan oleh Ganjar. Namun, kemudian ia menerima masukkan terkait cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yaitu, dengan mengapresiasi semua orang yang mau mematuhi protokol kesehatan. Misalnya memberi hadiah kepada orang yang sudah memakai masker.
"Jadi, dari treatment negatif kita ubah jadi treatment yang positif. Seperti kata para psikolog, kita jangan hanya bicara soal hukuman, ada baiknya kita membicarakan soal kebaikan dan narasi baik," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




