Dirjen Otda: 506 Paslon Laksanakan Kampanye dengan Metode 3M

Selasa, 3 November 2020 | 12:19 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Simulasi pemungutan suara dengan protokol kesehatan.
Simulasi pemungutan suara dengan protokol kesehatan. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 telah berlangsung sejak 26 September 2020. Hingga sekarang, terdapat 506 atau 68,7% pasangan calon (paslon) yang sudah melaksanakan kampanye dengan metode Gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

"Kami lihat dari 738 paslon, hampir 506 di antaranya sudah laksanakan kampanye dengan menerapkan metode 3M," kata Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Akmal Malik, dalam Webinar Pilkada 2020 bertajuk "Menjamin Hak Pilih dan Partisipasi Pemilih", Selasa (3/11/2020). Kegiatan tersebut digelar atas kerja sama Kemkominfo, Berita Satu Media Holdings, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain Akmal, para pembicara lainnya yang hadir yakni Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Widodo Muktiyo, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz, pakar politik dan pemerintahan Fisipol UGM Mada Sukmajati, serta pakar kesehatan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat UGM, Riris Andono Ahmad.

"Jadi 738 paslon ini sudah kami petakan. Cukup banyak yang sudah ikuti apa yang kita sarankan yaitu untuk tetap gunakan protokol kesehatan ketat dalam pelaksanaan pilkada. Walau sekali lagi, beberapa di antaranya masih ada yang belum move on. Masih berpikirpilkada seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Akmal.

Menurut Akmal, pilkada di tengah pandemi Covid-19 sejatinya menjadi kesempatan untuk belajar.

"Belum pernah kita laksanakan pilkada di tengah pandemi. Ini tantangan dan ujian bagi demokrasi Indonesia, khususnya demokrasi lokal. Tentunya kita tidak mau kalah dengan kondisi pandemi sekarang," ungkap Akmal.

Akmal menuturkan, sampai 23 Oktober 2020 anggaran pilkada yang terealisasi sudah 98,6%. Akmal menjelaskan pemerintah daerah (pemda) di 270 daerah yang menggelar pilkada, mempunyai kecukupan anggaran. Sementara dari sisi regulasi, Akmal menegaskan pihaknya sudah mengeluarkan banyak edaran kepada pemda.

"Sekarang tinggal kita ingatkan paslon, partai politik, masyarakat, dan semua pihak untuk mematuhi apa yang kita buat. Kami lakukan evaluasi setiap Jumat pagi untuk mengetahui apakah kita sudah akomodir protokol kesehatan, lalu bagaimana dukungan-dukungan yang harus kita berikan. Output-nya kita jadikan masukan bagi teman-teman penyelenggara," ujar Akmal.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon