Bank DKI Salurkan KPR Rp 143 Miliar untuk Rumah DP Nol Rupiah

Senin, 9 November 2020 | 23:17 WIB
YP
FH
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FER
Pembangunan rumah susun untuk program hunian DP nol rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta.
Pembangunan rumah susun untuk program hunian DP nol rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank DKI telah merealisasikan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah sebesar Rp 143 miliar untuk mendorong program Rumah DP Nol Rupiah.

Nilai tersebut disalurkan kepada 514 penerima manfaat Rumah DP Nol Rupiah di sejumlah hunian yang terdaftar oleh Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera (UFPRS) dan telah bekerja sama dengan Bank DKI.

"Bank DKI sebagai bank pelaksana Program Rumah DP Nol Rupiah telah menyalurkan KPR Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah sebesar Rp 143 miliar kepada 514 penerima manfaat," ujar Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah merangkap Direktur Keuangan Bank DKI, Babay Parid Wazdi, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (9/11).

Sejumlah hunian tersebut diantaranya adalah Menara Samawa Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur milik KSO Sarana-Totalindo/Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan 2 hunian yang dikembangkan Perum Perumnas yaitu Rusunami Bandar Kemayoran, Jakarta Utara; dan apartemen Sentraland Cengkareng, Jakarta Barat.

Pada 2 hunian yang dikembangkan Perum Perumnas, Bank DKI telah menyalurkan KPR FPPR sebesar Rp 11 miliar kepada 45 penerima manfaat.

"Hingga saat ini untuk kredit perumahan di Bank DKI sudah ada sekitar Rp 3,5 triliun yang terbagi untuk KPR sebesar Rp 2,1 triliun dan syariah sisanya, DP 0 Rp 143 miliar," jelas Babay.

"Kabar gembiranya adalah yang sudah pinjam dalam skema Dp Rp 0 ini nilai NPL-nya 0, ini menunjukan masyarakat berpenghasilan rendah ini memiliki komitmen bagus untuk bayar, termasuk saat pandemi Covid-19 saat ini tidak ada masalah," tambah Babay.

Babay mengungkapkan warga yang melamar untuk mendapatkan hunian DP 0 Rupiah harus memiliki penghasilan maksimalnya Rp14 juta setelah munculnya Pergub Nomor 14 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

"Namun untuk minimalnya tergantung angsuran dan jangka waktunya. Bank DKI menyediakan maksimal kredit atas angsuran kredit maksimal terhadap pendapatan (Debt Service Ratio/DSR) sampai 60 persen, kira-kira kalau penghasilan Rp7 juta berarti yang bisa diberikan maksimal angsuran Rp4,2 juta ini di antara bank lain, Bank DKI paling besar," kata Babay.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, menambahkan, sebagai bank milik Pemprov DKI Jakarta, Bank DKI pun kembali turut serta dalam mendukung penyaluran kredit Rumah DP 0 Rupiah bagi warga DKI Jakarta. Saat ini, kata Herry, Bank DKI masih terus memproses pengajuan kredit yang dilakukan calon penerima manfaat.

"Dalam menjalankan tugasnya sebagai bank pelaksana maka Bank DKI bertugas memverifikasi warga DKI Jakarta dianggap yang memenuhi kriteria kredit atau pembiayaan perbankan khusus program sebagai calon penerima manfaat," tuturnya.

Herry menegaskan Bank DKI berkomitmen untuk turut mendukung penyaluran kredit DP 0 Rupiah dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip kehati-hatian.

"Kegiatan ini sejatinya merupakan implementasi Bank DKI sebagai agent of development dan mendorong program Pemprov DKI Jakarta sebagaimana visi dan misinya yakni maju kotanya bahagia warganya," kata Herry.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon