Warga Depok Diminta Selalu Ingat 3M dan Jangan Liburan Jauh-jauh
Kamis, 3 Desember 2020 | 20:16 WIB
Depok, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan Kota Depok meminta warga Depok yang tetap ingin berlibur pada akhir tahun mendatang untuk tetap dispilin menjalankan protokol kesehatan.
Namun demikian, Dinkes tidak bisa melarang warga untuk berlibur karena semua sektor pariwisata sudah dibuka. Dinkes hanya bisa mengimbau agar warga Depok tidak berlibur jauh-jauh dari Depok. Jika pun terpaksa dan sangat ingin berlibur jauh maka penerapan 3M tidak boleh lalai dijalankan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita menuturkan, di tempat wisata harus disiplin mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak. Jika tempat wisata yang dituju penuh pengunjung dan tak bisa menjaga jarak maka lebih baik berganti destinasi wisata karena virus corona sangat menyukai kerumunan orang tanpa jarak.
"Misalnya baru sampai di tujuan, nih, dan keliatan kalau penuh, maka segera ganti tujuan. Lebih baik tidak berlibur daripada liburan tanpa jarak dan tak bisa menerapkan 3M," papar Novarita di Depok, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020).
Selain itu, untuk acara makan-makan di tempat wisata Novarita sangat meminta warga untuk berhati-hati. Karena makan-makan apalagi sambil berbincang, sangat rentan memicu penularan Covid-19.
"Kalau bisa bawa makanan sendiri daripada membeli dan apalagi yang sistem pengambilan makananannya secara prasmanan. Jika bawa makanan sendiri, makan di tempat terbuka dan menjauh dari kerumunan orang-orang," saran Nova.
Tak kalah penting, Novarita meminta warga Depok menjaga imun tubuh dengan makanan bergizi dan mengonsumsi suplemen dan berolahraga sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga.
Sementara itu, pada bagian lain, mengantisipasi jika terjadi ledakan kasus pada saat liburan akhir tahun, Nova mengatakan Pemkot Depok siap melakukan tracing. Tercatat terdapat 76 orang tenaga surveilance yang direkrut Pemkot Depok.
Mereka telah bekerja efektif sejak setelah perekrutan ditutup lebih kurang satu bulan lalu. Rinciannya terdapat dua orang tenaga surveilans untuk tingkat kota, 11 orang tenaga surveilance untuk ditempatkan di tingkat kecamatan dan 63 tenaga surveilance untuk tingkat kelurahan.
"Saat ini tenaga surveilans tersebut sudah bertugas efektif setelah sebelumnya dilakukan seleksi. Para tenaga surveilance ini juga kami tugaskan menganalisa mengapa sampai ada banyak kasus di satu wilayah. Termasuk mendata jenis kelamin para pasien positif Covid-19 dan apakah mereka memiliki komorbid atau tidak," papar Nova.
Diungkap Novarita, surveilance itu berkejaran dengan waktu sebelum 72 jam dari orang tersebut positif Covid-19. Lewat dari 72 jam maka virus akan aktif dan jika orang tersebut melakukan kontak dengan orang lain maka penularan akan terjadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




