Prodi S3 FFUP Eksplorasi Tanaman Obat di Desa Gunung Sari

Jumat, 4 Desember 2020 | 21:20 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER

Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. (Istimewa)

Bogor, Beritasatu.com - Program studi (Prodi) Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Ketua Prodi S3, Prof Dr apt Syamsudin MBiomed, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk integrasi dari tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan PKM.

"Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk dapat bermitra dengan masyarakat di daerah Desa Gunung Sari sehingga kemudian dapat dilakukan eksplorasi tanaman obat berkhasiat yang bermanfaat sebagai obat," kata Prof Syamsudin dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Jumat (4/12/2020).

Prof Syamsudin menjelaskan, kegiatan PKM kali ini mengangkat tema Eksplorasi Tumbuhan Berkhasiat sebagai Obat di Desa Gunung Sari Kecamatan Pamijahan dalam Upaya Menanggulangi Pasien Covid-19 dengan Komorbid Diabetes Melitus.

"Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan dan dilanjutkan dengan eksplorasi tanaman berpotensi khasiat obat di daerah Desa Gunung Sari yang akan diteliti oleh mahasiswa S3 program studi doktor ilmu farmasi," jelasnya.

Mengingat kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, kata Prof Syamsudin, jumlah masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini dibatasi untuk mengantisipasi terjadinya kerumuman selama kegiatan.

"Kegiatan ini dibagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing 25 orang, yaitu kelompok kader PKK dan kelompok kader posyandu. Masing-masing kelompok mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai antidiabetes dan antihipertensi yang dipaparkan oleh mahasiswa," kata Prof Syamsudin.

Sementara, Kepala Desa Gunung Sari, Hermansyah SAP menuturkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan eksplorasi tanaman berkhasiat obat dan bermanfaat di Desa Gunung Sari.

"Kegiatan ini sangat tepat diadakan di desa kami. Terlebih, dengan situasi pandemi Covid-19, masyarakat ada ketakutan berobat di pelayanan kesehatan dan mencari alternatif pengobatan tradisional. Tentunya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan menerapkan pengetahuan yang sudah didapat di kehidupan sehari-hari," kata Hermansyah.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon