Presiden SBY: Jangan Pernah Membuat Masyarakat Pesimistis

Minggu, 9 September 2012 | 19:20 WIB
AW
B
Penulis: Antara/ Kristantyo Wisnubroto | Editor: B1
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Vladivostok, Rusia, Minggu (9/9)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Vladivostok, Rusia, Minggu (9/9) (AFP)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan upaya menjaga stabilitas politik dan juga pertumbuhan ekonomi yang saat ini dinikmati Indonesia perlu dilakukan antara lain dengan cara mendorong masyarakat optimistis dalam menghadapi masalah.

Sikap optimisme itu juga harus didorong karena adanya kekurangan yang masih terjadi di dalam negeri sehingga terjadi upaya bersama antara pemerintah dan semua komponen bangsa untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

"Kita tidak akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia bila tidak kerja keras. Apakah bisa mempertahankannya? Bila policy bisa kita jaga, pembangunan ekonomi bisa dijaga dan infrastruktur terus dibenahi kita bisa," kata Presiden dalam keterangan pers bersama wartawan Indonesia seusai KTT APEC di International Media Center, Vladivostok, Rusia, Minggu (9/9).

Presiden mengaku sering membaca tulisan yang bernada skeptis dalam pemberitaan media massa.

"Saya sering membaca tulisan yang skeptis semua serba pesimistis. Saya minta tolong rekan media massa. Politik untuk kepentingan 2014 silakan menempuh jalan yang berbeda namun tetaplah menggunakan jalan agar masyarakat tetap bersatu dan optimistis meski masih banyak masalah yang harus dibenahi," katanya.

Kepala Negara mempersilakan semua pihak termasuk kalangan pers untuk memberikan kontrol dan koreksi bila ada kekurangan yang harus dibenahi oleh pemerintah.

"Bila ada kelalaian berikan koreksi untuk mereka dan untuk saya," kata Yudhoyono

Presiden juga mempersilakan semua kalangan yang berminat untuk maju menjadi calon presiden dalam pemilu 2014 dan berjuang untuk memenuhi cita-cita masyarakat menjadi pemimpin di masa mendatang.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon