Tampil Habis-Habisan, Murray Tekuk Djokovic di Final AS Terbuka

Selasa, 11 September 2012 | 10:23 WIB
AC
B
Penulis: AFP/ Antara/ Wisnu Cipto | Editor: B1
Andy Murray (Inggris Raya).
Andy Murray (Inggris Raya). (AFP)
Kemenangan Murray mencetak sejarah bagi Inggris, yang selama 76 tahun menantikan gelar Grand Slam dari tenis putra.

Petenis berusia 25 tahun asal Skotlandia, Andy Murray, akhirnya meraih gelar juara Grand Slam pertamanya di turnamen AS Terbuka (US Open) di New York, Senin (10/9), atau dini hari tadi waktu Indonesia, setelah menekuk Novak Djokovic 7-6 7-5 2-6 3-6 6-2.

Kemenangan Murray tersebut mencetak sejarah bagi Inggris, yang selama 76 tahun menantikan gelar Grand Slam dari petenis putra. Inggris pernah memiliki petenis putra peraih gelar juara Wimbledon 1936, saat Perang Saudara Spanyol terjadi dan Franklin D. Roosevelt terpilih lagi sebagai presiden AS.

Pada pertandingan final yang habis-habisan, dengan rentetan 54 pukulan dan 30 kali pergantian stroke, Murray terus memacu keberaniannya untuk mengalahkan juara AS Terbuka 2011 Djokovic.

Murray sempat gagal melakukan servis, tapi dia meraih poin break servis 5-2 ketika Djokovic meminta rehat medis. Pada Olimpiade London Agustus, Murray menjadi juara dengan peraihan poin 3-0 pada saat babak penentuan.

Kemampuan Murray tidak dapat disangkal lagi karena meraih mahkota juara bersejarah setelah bertarung selama empat jam 54 menit melawan Djokovic, yang kerap melakukan pukulan forehand pada match point kedua. Pertandingan final, Minggu, menjadi final terlama sepanjang sejarah turnamen AS Terbuka.

"Situasi saat itu sangat rumit. Pada set ketiga dan keempat, keadaan semakin memanas karena Novak sangat kuat dan bertanding sepenuh tenaga," kata Murray. "Pertandingan itu hampir lima jam. Saya selalau bertanding lama jika melawan dia (Djokovic)," imbuh dia.

Kemenangan bersejarah itu dipersembahkan Murray untuk pelatih Ivan Lendi, yang pernah kehilangan tiga kali babak final di AS Terbuka pada 1982-1984 hingga menutup peraihan tiga gelar juara berturut-turut pada 1985-1987.

"Dia (Ivan) adalah salah satu pelatih terbaik. Dia mengajari saya hingga saya mampu melalui permainan tangguh. Perasaan saya saat ini luar biasa. Saya melewati musim panas yang tidak terlupakan," katanya.

Sementara itu, Novak Djokovic dengan lapang dada mengakui Murray pantas mendapat kemenangan itu. "Murray pantas meraih Grand Slam pertamanya. Saya ingin memberikan ucapan selamat kepadanya," kata dia.

"Saya telah berusaha dan memberikan yang terbaik. Permainan itu luar biasa dan saya bangga bisa ambil bagian dalam final itu. Saya pernah merasakan menjadi juara tahun lalu," tandas Djokovic.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon