Foke Punya Solusi Monorel, Jokowi Tawarkan Penataan Hunian

Jumat, 14 September 2012 | 20:41 WIB
RW
B
Silaturahim calon gubernur petahana DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Joko Widodo
Silaturahim calon gubernur petahana DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Joko Widodo (Antara)
Mengaku sama-sama memiliki program memperbaiki sistem transportasi Jakarta yang selama ini menjadi salah satu problem utama masyarakat ibu kota.

Dua pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta optimistis program mereka  paling dapat memecahkan masalah transportasi.

Cagub nomor urut satu, Fauzi Bowo, menekankan bahwa sebagai calon petahana (incumbent), dirinya mengaku akan tetap konsisten melanjutkan pembangunan transportasi massal yang hingga saat ini masih terus berlanjut.

Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, pada saat menjawab pertanyaan dari salah  satu panelis, Yayat Supriyatna, ahli tata kota dari Universitas Trisakti,  mengenai kelanjutan pembangunan monorail yang sedianya harus selesai  pada 2010 lalu, mengatakan keterlambatan tersebut bukanlah terletak pada kesalahan gubernur.

"Sebetulnya adalah masalah ini berpulang kembali kepada investor. Kegagalan ada di investor," tuding Foke.

Atas hal tersebut, Foke mengaku telah memberikan solusi yang ditawarkan, yakni yang paling tidak membebani masyarakat, dengan mengurangi nilai  subsidi yang dinilainya cukup tinggi.

"Tidak ada swasta yang bisa membiayai. Oleh karena itu, sistem ticketing-nya kita integrasikan. Subsidi yang diharapkan untuk proyek monorel terlalu besar, sehingga ini bisa menjadi beban bagi warga  Jakarta. Ini tidak adil, tidak berpihak kepada rakyat," jelas Foke.

Sementara itu, calon penantangnya, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, menegaskan sistem  transportasi itu harus berhubungan erat dengan sistem tata kotanya.

"Tata kota dan transportasi itu seperti suami-isteri, dan kalau ada developer, maka dia harus membayar di depan," tegasnya.

Untuk itu, Jokowi mengaku dirinya akan bermula dari pencanangan hunian, penataan kampung-kampung kumuh, serta pembangunan yang tidak dimulai dari center (pusat)-nya  kota.

"Tidak dari center-nya, tapi dari kampung. Sehingga nanti hunian seperti ini akan kita desain; akan kita desain seperti kampung susun. Membuat kampung sehat, ada ruang  terbuka hijau, ruang publik, drainase, septic-tank," tandasnya sambil memperlihatkan gambar-gambar maket desain tata hunian itu.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon