Jokowi-Basuki Siapkan Rp15 M untuk Saksi dan Relawan

Rabu, 19 September 2012 | 11:37 WIB
SN
B
Penulis: Suara Pembaruan/ Ratna Nuraini | Editor: B1
Sejumlah warga melakukan aksi
Sejumlah warga melakukan aksi "cap jempol untuk Jokowi-Ahok" dalam Pilgub DKI di Solo, Jateng, Minggu (15/7). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memberikan dukungan kepada pasangan tersebut dalam menghadapi pilgub DKI putaran kedua. (Antarafoto)
Kekompakan menjadi hal terpenting demi meraih satu tujuan perubahan di ibukota.

Timses pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama menyiapkan lebih dari 45 ribu saksi dalam Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua yang akan berlangsung besok.

Seluruh saksi yang dikerahkan diambil dari berbagai unsur kepartaian, relawan dan Satuan Petugas (Satgas), yakni sekitar 15 ribu dari PDIP, 15 ribu dari Gerindra, dan 15 ribu relawan Jakarta Baru.

Pimpinan Tim Kampanye Jokowi-Basuki, Prasetyo Edi Marsudi, memaparkan bahwa dalam pemilukada putaran kedua kali ini timses menyiapkan setidaknya enam lapis petugas saksi dan relawan. Mereka tidak hanya menjaga TPS, tapi juga bertugas mengamati seluruh wilayah rawan politik uang di DKI termasuk mengantisipasi adanyan serangan fajar.

“Petugas yang terdiri dari unsur kepartaian, relawan hingga akademisi kami terjunkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kecurangan. Bagi kami, kelima wilayah di DKI termasuk kepulauan Seribu seluruhnya rawan kecurangan dan politik uang,” kata Prasetyo, hari ini, di Jakarta.

Dia menjelaskan, dalam proses pemungutan suara 20 September 2012, secara total timses pasangan Jokowi-Basuki menghabiskan lebih dari Rp15 miliar. Biaya tersebut digunakan untuk mengganti ongkos petugas saksi dan relawan.

Walau tidak menyebutkan nominal bagi tiap saksi, Prasetyo memastikan, uang tersebut digunakan untuk mengganti ongkos berikut pulsa dan uang makan mereka yang bertugas menjaga TPS.

Pada pemungutan suara putaran pertama, tiap saksi diberikan imbalan uang transport sebesar Rp150.000 per orang dan ditambah Rp25.000 dalam bentuk voucher pulsa dan Rp25.000 dalam bentuk logistik seperti makanan dan minuman.

“Semua kami lakukan secara gotong royong. Pada putaran kedua untuk berbagai macam persiapan, termasuk menyiapkan saksi, kami sudah menghabiskan lebih dari lima belas miliar rupiah,” jelas Prasetyo.

Bervariasi Koordinator Bidang Komunikasi dan Media Center Tim Kampanye Jokowi-Basuki, Budi Purnomo Karjodihardjo, menuturkan bahwa uang saku yang diterima tiap saksi tidak sama alias bervariasi. Tergantung kesanggupan masing-masing partai dan organisasi.

Namun demikian, Budi mengingatkan, yang terpenting bukanlah sekadar mendapatkan uang saku. Kekompakan kerja secara tim, sambung dia, adalah hal terpenting karena seluruh petugas hanya memiliki satu tujuan yakni menginginkan perubahan di ibukota.

“Saksi yang dikerahkan berjumlah total lebih dari 45 ribu orang. Uang saku mereka pun bervariasi, tergantung kesanggupan masing-masing partai dan organisasi,” kata Budi Purnomo.

Dia juga menjelaskan, petugas saksi, relawan, dan satgas tersebut juga mengemban tugas untuk berkeliling di tiap-tiap kampung dan memiliki kewajiban untuk melaporkan apapun kemungkinan tindakan curangan. Termasuk, kata dia, kemungkinan politik uang pada malam sebelum pencoblosan maupun sesaat sebelum pencoblosan.

“Semua daerah kita anggap rawan karena ada 170 kelurahan yang menjadi daerah kemenangan Jokowi-Basuki dan tentu menjadi target lawan. Kalau serangan fajar kita biarkan saja. Anggap saja itu rejeki masyarakat. Data survei kita menunjukkan serangan fajar itu efektivitasnya tidak sampai 10 persen,” ucap Budi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon