Indonesia Fashion Week Masih Jauh dari Platform Internasional
Rabu, 19 September 2012 | 14:58 WIB
Bila dibanding dengan platform panggung peragaan busana internasional, baru siap 25 persen.
Kesiapan Indonesia Fashion Week untuk menjadikan salah satu ajang mode dunia baru mencapai 25 persen. Hal itu dikatakan Ali Charisma, President Director Indonesia Fashion Week (IFW) 2013 usai konferensi pers Road to Indonesia Fashion Week 2013 di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, pada hari Selasa (18/9).
Menurut Ali, untuk mencapai standar internasional butuh upaya keras dan tidak mudah. Berbicara sebagai panitia IFW, Ali menyadari, pihaknya harus bekerja keras dan mulai perlahan.
"Kita sadar, masih jauh dari platform internasional. Kesiapan kita baru sekitar 25 persen. Apa yang kita lakukan dan akan terlihat nanti [saat ajang IFW] memang masih jauh. Kita tidak gembar-gembor bahwa kita sudah siap untuk menjual produk ke luar negeri. Tetapi setidaknya, kita targetkan, dari total desainer yang menjadi peserta, ada 25 persen yang sudah siap untuk memasarkan produknya ke dunia internasional. Kalau kita melihat sudah lebih dari 50 persen desainer yang siap menjual produk ke luar negeri, kita akan siapkan zona spesial," jelas Ali.
Road map atau perjalan IFW diklaim sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dan inspirasi dunia, dengan misi meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui industri kreatif fashion. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerjasama erat dengan segala lapisan dan pihak yang berkaitan dengan industri fashion di Indonesia.
Mencoba menggapai visi dan misi tersebut, IFW menggandeng berbagai kreator fashion, seperti desainer senior, desainer muda, pemula, dan wirausahawan. Tentu dukungan dan kerjasama erat juga dibutuhkan dari pihak yang berkenaan dengan industri fashion, seperti pemerintah, asosiasi, media, serta pelaku bisnis. Terkini, IFW juga mencoba mengetes pasar internasional dengan bergabung dengan 2 ajang fashion internasional.
IFW saat ini sudah mendapat dukungan dan komitmen dari 5 kementerian untuk mendukung kegiatan ini, yakni dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Dalam peta perjalanannya, IFW mencanangkan untuk menjadi salah satu pusat mode di Asia pada tahun 2018 dan menjadi destinasi fashion dunia di tahun 2025. IFW kali pertama digelar bulan Februari 2012. Selanjutnya, IFW kedua akan digelar di Jakarta Convention Center pada tanggal 14-17 Februari 2013.
Kesiapan Indonesia Fashion Week untuk menjadikan salah satu ajang mode dunia baru mencapai 25 persen. Hal itu dikatakan Ali Charisma, President Director Indonesia Fashion Week (IFW) 2013 usai konferensi pers Road to Indonesia Fashion Week 2013 di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, pada hari Selasa (18/9).
Menurut Ali, untuk mencapai standar internasional butuh upaya keras dan tidak mudah. Berbicara sebagai panitia IFW, Ali menyadari, pihaknya harus bekerja keras dan mulai perlahan.
"Kita sadar, masih jauh dari platform internasional. Kesiapan kita baru sekitar 25 persen. Apa yang kita lakukan dan akan terlihat nanti [saat ajang IFW] memang masih jauh. Kita tidak gembar-gembor bahwa kita sudah siap untuk menjual produk ke luar negeri. Tetapi setidaknya, kita targetkan, dari total desainer yang menjadi peserta, ada 25 persen yang sudah siap untuk memasarkan produknya ke dunia internasional. Kalau kita melihat sudah lebih dari 50 persen desainer yang siap menjual produk ke luar negeri, kita akan siapkan zona spesial," jelas Ali.
Road map atau perjalan IFW diklaim sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dan inspirasi dunia, dengan misi meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui industri kreatif fashion. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerjasama erat dengan segala lapisan dan pihak yang berkaitan dengan industri fashion di Indonesia.
Mencoba menggapai visi dan misi tersebut, IFW menggandeng berbagai kreator fashion, seperti desainer senior, desainer muda, pemula, dan wirausahawan. Tentu dukungan dan kerjasama erat juga dibutuhkan dari pihak yang berkenaan dengan industri fashion, seperti pemerintah, asosiasi, media, serta pelaku bisnis. Terkini, IFW juga mencoba mengetes pasar internasional dengan bergabung dengan 2 ajang fashion internasional.
IFW saat ini sudah mendapat dukungan dan komitmen dari 5 kementerian untuk mendukung kegiatan ini, yakni dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Dalam peta perjalanannya, IFW mencanangkan untuk menjadi salah satu pusat mode di Asia pada tahun 2018 dan menjadi destinasi fashion dunia di tahun 2025. IFW kali pertama digelar bulan Februari 2012. Selanjutnya, IFW kedua akan digelar di Jakarta Convention Center pada tanggal 14-17 Februari 2013.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




