SBY Diminta Tak Cemas soal Sayembara Penangkapan di Inggris
Kamis, 20 September 2012 | 05:06 WIB
"Saya kira intelijen Indonesia (Badan Intelijen Negara/BIN) dan Atase Pertahanan (Athan) sudah mendeteksi hal tersebut dan melaporkan kepada Presiden RI akan gelagat dan perkembangannya."
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, memandang perlu mencermati gerakan-gerakan terkait dengan munculnya rumor sayembara penangkapan Presiden RI yang beredar di Inggris, tetapi tidak perlu menjadi kecemasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Gerakan-gerakan tersebut perlu dicermati, tetapi tidak perlu menjadi kecemasan Presiden RI," kata Tjahjo, melalui perangkat komunikasi, Rabu (19/9).
"Saya kira intelijen Indonesia (Badan Intelijen Negara/BIN) dan Atase Pertahanan (Athan) sudah mendeteksi hal tersebut dan melaporkan kepada Presiden RI akan gelagat dan perkembangannya," kata qnggota Komisi I (Bidang Pertahanan, Luar Negeri, dan Intelijen) DPR RI itu.
Sebelumnya, Juru Bicara Presiden, Julian A Pasha, menegaskan pemerintah Inggris telah menjamin keamanan dan keselamatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memenuhi undangan Ratu Inggris pada Oktober mendatang seiring dengan munculnya rumor sayembara penangkapan Presiden RI yang beredar di Inggris.
Pernyataan itu diberikan oleh Jubir Presiden di Jakarta, Rabu, menanggapi berita yang menyebutkan Ed Mc Williams, seorang yang mengaku aktivis The West Papua Advocacy Team (WPAT), menawarkan hadiah sebesar 80.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp790 juta bagi warga Inggris yang berhasil menangkap SBY ketika mengunjungi Inggris.
Tjahjo yakin bahwa operasi kontraintelijen sudah dilakukan dan intelijen Indonesia sudah melakukan kerja sama internasional dengan intelijen luar (Inggris) dalam rangka memantapkan koordinasi dan pengungkapan indikasi jaringan-jaringan tersebut.
"Setidaknya, sudah ada antisipasi dan langkah-langkah dari intelijen Indonesia. Saya yakin BIN sudah melakukan hal-hal tersebut, khususnya melakukan operasi kegiatan/operasi intelijen monitoring dan penjajakan taktis strategis," kata Tjahyo.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, memandang perlu mencermati gerakan-gerakan terkait dengan munculnya rumor sayembara penangkapan Presiden RI yang beredar di Inggris, tetapi tidak perlu menjadi kecemasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Gerakan-gerakan tersebut perlu dicermati, tetapi tidak perlu menjadi kecemasan Presiden RI," kata Tjahjo, melalui perangkat komunikasi, Rabu (19/9).
"Saya kira intelijen Indonesia (Badan Intelijen Negara/BIN) dan Atase Pertahanan (Athan) sudah mendeteksi hal tersebut dan melaporkan kepada Presiden RI akan gelagat dan perkembangannya," kata qnggota Komisi I (Bidang Pertahanan, Luar Negeri, dan Intelijen) DPR RI itu.
Sebelumnya, Juru Bicara Presiden, Julian A Pasha, menegaskan pemerintah Inggris telah menjamin keamanan dan keselamatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memenuhi undangan Ratu Inggris pada Oktober mendatang seiring dengan munculnya rumor sayembara penangkapan Presiden RI yang beredar di Inggris.
Pernyataan itu diberikan oleh Jubir Presiden di Jakarta, Rabu, menanggapi berita yang menyebutkan Ed Mc Williams, seorang yang mengaku aktivis The West Papua Advocacy Team (WPAT), menawarkan hadiah sebesar 80.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp790 juta bagi warga Inggris yang berhasil menangkap SBY ketika mengunjungi Inggris.
Tjahjo yakin bahwa operasi kontraintelijen sudah dilakukan dan intelijen Indonesia sudah melakukan kerja sama internasional dengan intelijen luar (Inggris) dalam rangka memantapkan koordinasi dan pengungkapan indikasi jaringan-jaringan tersebut.
"Setidaknya, sudah ada antisipasi dan langkah-langkah dari intelijen Indonesia. Saya yakin BIN sudah melakukan hal-hal tersebut, khususnya melakukan operasi kegiatan/operasi intelijen monitoring dan penjajakan taktis strategis," kata Tjahyo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




