PSSI-KLB Klaim FIFA Bahas Nasib PSSI 4 November
Sabtu, 22 September 2012 | 22:48 WIB
Persoalan yang akan dibahas FIFA terkait masalah kompetisi, Timnas, revisi Statuta, serta kembalinya empat Exco yang dipecat dan penyelenggaraan kongres.
Anggota Joint Committee dari Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia Kongres Luar Biasa (PSSI-KLB) Hinca Panjaitan mengungkapkan, kasus sepakbola Indonesia akan dibahas dalam rapat FIFA pada 4 November mendatang.
"Pada 4 November akan ada rapat di FIFA, dan masalah Indonesia akan dibahas disana. Jadi Task Force AFC harus melaporkan apa saja yang sudah dilakukan untuk Indonesia," kata Hinca Panjaitan, hari ini.
Hinca Panjaitan yang termasuk sebagai salah satu anggota Joint Committee (JC) mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) di Kuala Lumpur pada Kamis lalu telah dibahas lima masalah pokok persepakbolaan di Indonesia, yakni masalah kompetisi, Timnas, revisi Statuta, kembalinya empat Exco yang dipecat dan penyelenggaraan kongres.
Menurut dia, pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden AFC yakni Prince Abdullah dan Sekjen AFC Alex Soosay. "Dari pembahasan masalah kompetisi, penyatuan liga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kompetisi IPL dan ISL sementara tetap berjalan secara terpisah. Kami meminta sampai 2015, tetapi AFC menawarkan sampai 2014," tutur dia
Mengenai poin kedua, guna merevisi statuta maka dibentuk tim kecil masing-masing dari PSSI dan KPSI, yakni Catur Agus Saptono dan Saleh Mukadar, sedangkan dari KPSI adalah Hinca dan Togar Manahan Nero. "Soal revisi statuta ini akan dibawa ke kongres, kami minta kongres digelar November," ujarnya.
Sedangkan mengenai poin ketiga (Timnas), Hinca mengungkapkan masalah terbesar yang dibahas Task Force adalah masalah Timnas, dimana kubu PSSI-KLB menyampaikan fakta bahwa Timnas selama ini telah gagal karena dikelola oleh PSSI secara morat-marit.
"Kami minta Timnas jadi bagian dari masalah organisasi, jadi harus dibahas di JC. Kami jelaskan, KPSI telah menyiapkan Timnas dengan sangat baik. AFC menyadari hal itu, dan mereka berharap Timnas Indonesia bisa lebih kuat," ujarnya.
Hinca mengatakan, Timnas memang harus berbendera PSSI, tetapi untuk menciptakan tim yang bagus maka JC harus ikut mengelola karena selama ini Timnas dari PSSI gagal terus-menerus sehingga mempermalukan Indonesia.
Sedangkan mengenai permintaan kembalinya empat orang anggota Exco yang pernah dipecat oleh Djohar Arifin, Hinca menegaskan keempat Exco tersebut pasti kembali, dan putusan Todung Mulya Lubis sebagai Komite Etik PSSI sudah dianulir. "Sedangkan poin kelima mengenai penyelenggaraan kongres, seluruh pemilik suara (voter) akan diverifikasi oleh JC," tandas dia.
Anggota Joint Committee dari Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia Kongres Luar Biasa (PSSI-KLB) Hinca Panjaitan mengungkapkan, kasus sepakbola Indonesia akan dibahas dalam rapat FIFA pada 4 November mendatang.
"Pada 4 November akan ada rapat di FIFA, dan masalah Indonesia akan dibahas disana. Jadi Task Force AFC harus melaporkan apa saja yang sudah dilakukan untuk Indonesia," kata Hinca Panjaitan, hari ini.
Hinca Panjaitan yang termasuk sebagai salah satu anggota Joint Committee (JC) mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) di Kuala Lumpur pada Kamis lalu telah dibahas lima masalah pokok persepakbolaan di Indonesia, yakni masalah kompetisi, Timnas, revisi Statuta, kembalinya empat Exco yang dipecat dan penyelenggaraan kongres.
Menurut dia, pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden AFC yakni Prince Abdullah dan Sekjen AFC Alex Soosay. "Dari pembahasan masalah kompetisi, penyatuan liga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kompetisi IPL dan ISL sementara tetap berjalan secara terpisah. Kami meminta sampai 2015, tetapi AFC menawarkan sampai 2014," tutur dia
Mengenai poin kedua, guna merevisi statuta maka dibentuk tim kecil masing-masing dari PSSI dan KPSI, yakni Catur Agus Saptono dan Saleh Mukadar, sedangkan dari KPSI adalah Hinca dan Togar Manahan Nero. "Soal revisi statuta ini akan dibawa ke kongres, kami minta kongres digelar November," ujarnya.
Sedangkan mengenai poin ketiga (Timnas), Hinca mengungkapkan masalah terbesar yang dibahas Task Force adalah masalah Timnas, dimana kubu PSSI-KLB menyampaikan fakta bahwa Timnas selama ini telah gagal karena dikelola oleh PSSI secara morat-marit.
"Kami minta Timnas jadi bagian dari masalah organisasi, jadi harus dibahas di JC. Kami jelaskan, KPSI telah menyiapkan Timnas dengan sangat baik. AFC menyadari hal itu, dan mereka berharap Timnas Indonesia bisa lebih kuat," ujarnya.
Hinca mengatakan, Timnas memang harus berbendera PSSI, tetapi untuk menciptakan tim yang bagus maka JC harus ikut mengelola karena selama ini Timnas dari PSSI gagal terus-menerus sehingga mempermalukan Indonesia.
Sedangkan mengenai permintaan kembalinya empat orang anggota Exco yang pernah dipecat oleh Djohar Arifin, Hinca menegaskan keempat Exco tersebut pasti kembali, dan putusan Todung Mulya Lubis sebagai Komite Etik PSSI sudah dianulir. "Sedangkan poin kelima mengenai penyelenggaraan kongres, seluruh pemilik suara (voter) akan diverifikasi oleh JC," tandas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




