"Bilang Obama, Saya Akan Menelpon Kembali. Saya Sedang Bermain Tennis"
Minggu, 30 September 2012 | 00:08 WIB
Cameron sendiri termasyur karena sikapnya yang santai dan sangat suka bermain tenis
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, memang terkenal santai, tetapi kali ini dia dianggap melewati batas. Baru-baru ini seorang sahabatnya mengungkapkan bahwa Cameron menolak menerima telpon dari Presiden Barack Obama karena sedang bermain tenis.
Kisah itu diungkap oleh Charlie Brooks, sahabat lama Cameron yang tinggal berdekatan dengan rumah Cameron di Chipping Norton, Oxforshire, Inggris.
Akan tetapi kantor Perdana Menteri di Downing Street meragukan cerita itu. Mereka mengatakan bahwa Cameron dan Brooks hanya pernah bermain tenis bersama dan ketika itu tidak ada telepon dari Obama.
Brooks bercerita peristiwa itu terjadi ketika ia sedang bermain tenis di kediaman dinas Cameron di Chequers.
"Pada satu hari saya bermain tenis dengan dia (Cameron) di Chequers. Saya menang di set pertama, dia menang di set kedua, dan seseorang tiba-tiba mendatangi dia dan mengatakan "er...Obama menelpon, Perdana Menteri," cerita Brooks.
"Saya lantas berpikir, 'Baiklah, kami harus berhenti bermain'. Tetapi dia berkata 'Menurut saya kita harus bermain hingga set ketiga - bilang Obama saya akan menelponnya kembali.' Ia mengira akan menang dan saya mengalahkan dia 2-1," kenang Brooks lebih lanjut.
Cameron sendiri termasyur karena sikapnya yang santai dan cenderung menganggap remeh, seperti yang diceritakan dalam biografinya. Dalam buku itu dia juga diketahui sangat gemar bermain tenis.
Salah satu "sahabat" Cameron bercerita kepada James Hanning dan Francis Eliot, penulis biografi Cameron bahwa "Jika ada medali emas olimpiade untuk bersantai, maka Perdana Menteri akan memenangkannya."
Downing Street sendiri meragukan cerita Brooks. Menurut mereka Brooks hanya pernah sekali bermain tenis di Chequers. Pertandingan itu berlangsung pada Sabtu pagi di bulan Agustus 2010 dan saat itu tidak ada telepon dari Presiden AS.
Sementara itu menurut Damian McBride, bekas staf khusus bidang pers mantan Perdana Menteri Gordon Brown, cerita tentang panggilan telepon itu sebenarnya terjadi. Tetapi itu hanya rekayasa dari para staf Cameron agar dia menghentikan pertandingan tenis itu.
Hubungan antara Brooks dan Cameron sendiri telah renggang sejak istrinya, Rebekah Brooks editor senior di tabloid News of the World yang terlibat skandal peretasan telepon sejumlah tokoh publik di Inggris.
Dalam wawancara dengan Racing Post, Brooks masih berharap persahabatannya dengan Cameron akan tetap terjaga. Keduanya mulai bersahabat sejak sama-sama menghabiskan pendidikan di sekolah menengah Eton College.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, memang terkenal santai, tetapi kali ini dia dianggap melewati batas. Baru-baru ini seorang sahabatnya mengungkapkan bahwa Cameron menolak menerima telpon dari Presiden Barack Obama karena sedang bermain tenis.
Kisah itu diungkap oleh Charlie Brooks, sahabat lama Cameron yang tinggal berdekatan dengan rumah Cameron di Chipping Norton, Oxforshire, Inggris.
Akan tetapi kantor Perdana Menteri di Downing Street meragukan cerita itu. Mereka mengatakan bahwa Cameron dan Brooks hanya pernah bermain tenis bersama dan ketika itu tidak ada telepon dari Obama.
Brooks bercerita peristiwa itu terjadi ketika ia sedang bermain tenis di kediaman dinas Cameron di Chequers.
"Pada satu hari saya bermain tenis dengan dia (Cameron) di Chequers. Saya menang di set pertama, dia menang di set kedua, dan seseorang tiba-tiba mendatangi dia dan mengatakan "er...Obama menelpon, Perdana Menteri," cerita Brooks.
"Saya lantas berpikir, 'Baiklah, kami harus berhenti bermain'. Tetapi dia berkata 'Menurut saya kita harus bermain hingga set ketiga - bilang Obama saya akan menelponnya kembali.' Ia mengira akan menang dan saya mengalahkan dia 2-1," kenang Brooks lebih lanjut.
Cameron sendiri termasyur karena sikapnya yang santai dan cenderung menganggap remeh, seperti yang diceritakan dalam biografinya. Dalam buku itu dia juga diketahui sangat gemar bermain tenis.
Salah satu "sahabat" Cameron bercerita kepada James Hanning dan Francis Eliot, penulis biografi Cameron bahwa "Jika ada medali emas olimpiade untuk bersantai, maka Perdana Menteri akan memenangkannya."
Downing Street sendiri meragukan cerita Brooks. Menurut mereka Brooks hanya pernah sekali bermain tenis di Chequers. Pertandingan itu berlangsung pada Sabtu pagi di bulan Agustus 2010 dan saat itu tidak ada telepon dari Presiden AS.
Sementara itu menurut Damian McBride, bekas staf khusus bidang pers mantan Perdana Menteri Gordon Brown, cerita tentang panggilan telepon itu sebenarnya terjadi. Tetapi itu hanya rekayasa dari para staf Cameron agar dia menghentikan pertandingan tenis itu.
Hubungan antara Brooks dan Cameron sendiri telah renggang sejak istrinya, Rebekah Brooks editor senior di tabloid News of the World yang terlibat skandal peretasan telepon sejumlah tokoh publik di Inggris.
Dalam wawancara dengan Racing Post, Brooks masih berharap persahabatannya dengan Cameron akan tetap terjaga. Keduanya mulai bersahabat sejak sama-sama menghabiskan pendidikan di sekolah menengah Eton College.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




