Indonesia Protes Voli Pantai Dicoret Dari SEA Games Myanmar
Minggu, 30 September 2012 | 15:57 WIB
Pasalnya, dengan tidak dipertandingkannya cabang ini nanti, potensi medali emas Indonesia akan hilang
Keputusan tuan rumah Myanmar mencoret cabang olahraga voli pantai di SEA Games 2013 nanti mendapat protes dari banyak pihak, termasuk Indonesia.
Pasalnya, dengan tidak dipertandingkannya cabang ini nanti, potensi medali emas Indonesia akan hilang dan tradisi medali emas di cabang ini terpaksa berhenti.
Keputusan ini sendiri dikabarkan diambil karena alasan kostum pemain yang tidak cocok untuk pemain Myanmar, khususnya putri. Keputusan juga berlaku pada cabang olahraga dansa dan senam.
Mantan pemain nasional Indonesia, Andy Ardiansyah, menyesalkan keputusan ini. “Kalau sampai tidak dipertandingkan, ya sayang banget. Efeknya buat Indonesia akan kehilangan satu medali emas dan kemungkinan juga perak di sektor putra. Tradisi emas juga terancam tidak berlanjut karena emas memang gak pernah lepas dari Indonesia,” ujar peraih medali emas berturut-turut di empat kali SEA Games tahun 2005, 2007, 2009 dan 2011 ini.
Selain itu, kata Andi, efeknya juga akan buruk bagi pembinaan voli pantai di kawasan Asia Tenggara. “Kalau tidak dipertandingkan, tim-tim negara lain, termasuk Indonesia, kemungkinan tidak diberangkatkan ke tryout di event-event luar negeri,” tukas Andy.
Dia berharap Myanmar dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut untuk tetap mempertandingkan voli pantai di SEA Games. “Dengan begitu, perkembangan voli pantai di Asia Tenggara masih berlanjut. Apalagi ini cabang olahraga Olimpiade. Saya berharap Komite Olimpiade Indonesia bisa lebih giat lagi memperjuangkan voli pantai di Myanmar,” tutupnya.
Keputusan tuan rumah Myanmar mencoret cabang olahraga voli pantai di SEA Games 2013 nanti mendapat protes dari banyak pihak, termasuk Indonesia.
Pasalnya, dengan tidak dipertandingkannya cabang ini nanti, potensi medali emas Indonesia akan hilang dan tradisi medali emas di cabang ini terpaksa berhenti.
Keputusan ini sendiri dikabarkan diambil karena alasan kostum pemain yang tidak cocok untuk pemain Myanmar, khususnya putri. Keputusan juga berlaku pada cabang olahraga dansa dan senam.
Mantan pemain nasional Indonesia, Andy Ardiansyah, menyesalkan keputusan ini. “Kalau sampai tidak dipertandingkan, ya sayang banget. Efeknya buat Indonesia akan kehilangan satu medali emas dan kemungkinan juga perak di sektor putra. Tradisi emas juga terancam tidak berlanjut karena emas memang gak pernah lepas dari Indonesia,” ujar peraih medali emas berturut-turut di empat kali SEA Games tahun 2005, 2007, 2009 dan 2011 ini.
Selain itu, kata Andi, efeknya juga akan buruk bagi pembinaan voli pantai di kawasan Asia Tenggara. “Kalau tidak dipertandingkan, tim-tim negara lain, termasuk Indonesia, kemungkinan tidak diberangkatkan ke tryout di event-event luar negeri,” tukas Andy.
Dia berharap Myanmar dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut untuk tetap mempertandingkan voli pantai di SEA Games. “Dengan begitu, perkembangan voli pantai di Asia Tenggara masih berlanjut. Apalagi ini cabang olahraga Olimpiade. Saya berharap Komite Olimpiade Indonesia bisa lebih giat lagi memperjuangkan voli pantai di Myanmar,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




