Usai Pertemuan dengan Kapolri, 2 Pimpinan KPK Bergegas Pergi

Senin, 8 Oktober 2012 | 16:14 WIB
AS
B
Abraham Samad dan Bambang Widjojanto saat menggelar konferensi pers, ihwal kedatangan sejumlah polisi yang akan menangkap penyidik KPK, Novel Baswedan. Sabtu (06/10/2012) dini hari di Gedung KPK.
Abraham Samad dan Bambang Widjojanto saat menggelar konferensi pers, ihwal kedatangan sejumlah polisi yang akan menangkap penyidik KPK, Novel Baswedan. Sabtu (06/10/2012) dini hari di Gedung KPK. (Ulin Yusron/ Beritasatu.com)
Menggunakan golf car bertulisan VIP, keduanya segera menuju ke areal kantor Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Usai rapat mediasi selama kurang lebih 4,5 jam di kompleks Istana Kepresidenan, dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, segera bergegas pergi menghindari awak media.

Sebagaimana keterangan dari Juru Bicara KPK, Johan Budi, kedua pimpinan lembaga anti korupsi tersebut melakukan rapat dengan Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, pada pukul 10.00 WIB pagi tadi.

Rapat diadakan di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Rapat itu selesai sekitar pukul 14.30 WIB, dan Abraham serta Bambang tampak langsung keluar dari area Istana Kepresidenan.

Menggunakan golf car bertulisan VIP, keduanya segera menuju ke areal kantor Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di Jalan Veteran, atau di sisi samping Istana Merdeka.

Keduanya lalu masuk ke Gedung UKP4 selama sekitar 10 menit, sebelum lantas keluar dari pintu kecil yang tersembunyi.

Mereka langsung naik ke atas mobil Isuzu Panther biru tua yang sudah menunggu di depan pintu tersebut, tanpa memberikan keterangan kepada awak pers yang sudah coba mengikuti dan menunggu mereka.

Seperti diwartakan, kedua pimpinan KPK itu hadir di Istana untuk melakukan rapat mediasi bersama Kapolri, untuk membahas polemik antara kedua lembaga yang belakangan memanas.

Pada Jumat (5/10) malam lalu, sejumlah aparat Polri "mengepung" Gedung KPK, dengan tujuan untuk menjemput paksa seorang penyidik KPK bernama Novel Baswedan, atas dugaan penganiayaan. Hal itu pun kian memanaskan perseteruan kedua lembaga penegak hukum tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon