Dukung Ritual, Pemprov Bali Intensifkan Penanaman Pohon

Selasa, 9 Oktober 2012 | 08:23 WIB
AD
B
Penulis: Antara/ Yudo Dahono | Editor: B1
Bibit pohon mahogani yang digunakan untuk penghijauan lahan kritis. (Antara)
Bibit pohon mahogani yang digunakan untuk penghijauan lahan kritis. (Antara)
Pemerintah Provinsi Bali mengintensifkan penanaman berbagai jenis pohon untuk mendukung kegiatan ritual sekaligus menjaga keasrian lingkungan.

"Sebanyak 12.263 pohon yang berfungsi sebagai kelengkapan ritual umat Hindu telah ditanam selama 2011. Tahun ini penanaman itu lebih diintensifkan," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng, di Denpasar, hari ini, Selasa (9/10).

Penanaman pohon untuk keperluan ritual umat Hindu itu mendapat dukungan dana dari APBD setempat sebesar Rp460 juta.

Program penghijauan yang berfungsi ganda itu merangkul berbagai elemen masyarakat, tokoh lintas agama, serta instansi di bawah Pemprov Bali.

Ketut Teneng menambahkan bahwa penanaman aneka jenis pepohonan itu dilakukan di lahan-lahan kosong milik sekelompok masyarakat di sepanjang jalan menuju pura sad hahyangan dan kawasan hutan.

Program dan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan bertujuan untuk memulihkan fungsi lahan secara maksimal, sekaligus menerapkan hubungan Tri Hita Karana, yakni hubungan yang harmonis dan serasi sesama umat manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Selama 2011 Pemprov Bali berhasil menanam berbagai jenis pohonan di atas lahan seluas 2.307 hektare yang meliputi kawasan hutan 230 hektare dan di luar kawasan hutan 2.077 hektare.

Untuk keperluan tersebut, Pemprov Bali telah menyediakan enam juta batang bibit pohon yang dibagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma untuk ditanam di lahan pekarangan masing-masing.

Jumlah bibit pepohonan tersebut ditingkatkan pada 2012 yang pengadaannya dilakukan instansi terkait seperti Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pertanian.

Jenis bibit pohon terdiri dari mahoni, gamelia, ampupu, suar, albezia, panggal, buaya, sawo kecik, dan pepohonan bernilai ekonomis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon