Banyak Warga Indonesia yang tidak Mengerti Sumpah Pemuda

Rabu, 24 Oktober 2012 | 16:32 WIB
AA
B
Penulis: Annisa Maulida Abidin | Editor: B1
Kirab bendera merah putih oleh pelajar di  Solo, Jawa Tengah memeringati Sumpah Pemuda (Jakarta Globe/Ali Lutfi)
Kirab bendera merah putih oleh pelajar di Solo, Jawa Tengah memeringati Sumpah Pemuda (Jakarta Globe/Ali Lutfi) (Jakarta Globe)

Hanya 49% dari 1,044 responden yang mengerti makna Sumpah Pemuda


Menyambut peringatan 84 tahun Sumpah Pemuda, Lembaga survei Ipsos mengatakan bahwa ternyata masih banyak warga negara Indonesia yang tidak memahami makna dari ikrar yang menandakan kelahiran bangsa Indonesia tersebut.


Temuan Ipsos mengungkapkan bahwa warga negara yang mengerti makna Sumpah Pemuda hanya 49 persen dari 1,044 responden berumur antara 15 hingga 64 tahun yang tinggal di kota-kota besar seperti jJakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Survei dilakukan di awal bulan ini.


“Sebagai bagian dari pemuda Indonesia, kami ingin mengukur seberapa jauh animo masyarakat dalam merayakan dan memaknai Sumpah Pemuda. Meski hasilnya kurang menggembirakan, tetapi para responden yang berasal dari etnis Jawa, Batak, Sunda, Betawi, Madura, Minangkabau, Melayu, Makassar dan bahkan China mengatakan mereka bangga berbangsa Indonesia,” ujar Iwan Murty, managing director Ipsos Indonesia, dalam siaran persnya, hari ini.


Dari 49 persen responden yang memahami makna peristiwa bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, hanya 18 persen yang mampu melafalkan Sumpah Pemuda secara urut dan lengkap.


Sebanyak 28 persen mampu melafalkan Sumpah Pemuda 28-10-1928 meskipun tidak urut. Sekitar 42 persen hanya hafal sebagian dari isi Sumpah Pemuda, sementara 11 persen salah dalam melafalkan ikrar yang dirumuskan oleh Moehammad Yamin tersebut.


Hasil dari survei tersebut juga menemukan bahwa golongan yang lebih tua ternyata adalah golongan yang paling tidak memahami Sumpah Pemuda, sementara golongan usia yang paling muda adalah golongan yang paling memahami Sumpah Pemuda.


Sebanyak 59 persen responden berumur antara 15-24 tahun memahami makna Sumpah Pemuda, diikuti oleh responden dengan golongan umur 25-39 tahun dengan 50 persen, lalu golongan 40-54 dengan 46 persen dan terakhir adalah golongan 55-64 tahun dengan 37 persen.


Faktor pendidikan juga mempengaruhi pemahaman akan ikrar yang menandakan bersatunya bangsa Indonesia ini. Sebanyak 63 persen responden berlatar belakang pendidikan tinggi memahami makna Sumpah Pemuda, diikuti oleh golongan dengan pendidikan menengah atas (SMA) sebanyak 55 persen, lalu pendidikan menengah bawah 46 persen, dan pendidikan dasar sebanyak 31 persen.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon