Tanpa Pelatih Asing, Indonesia Raih Dua Emas di Korea Terbuka

Rabu, 31 Oktober 2012 | 00:17 WIB
AK
BA
Penulis: Antara/Teddy Kurniawan | Editor: B1
Ilustrasi taekwondo.
Ilustrasi taekwondo. (EPA)
"Mereka yang ikut serta di Korea Open ini murni merupakan binaan pelatih lokal."

Atlet taekwondo binaan Universal Taekwondo Indonesia (UTI) Pro merebut dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu pada kejuaraan taekwondo internasional Gyeongju Korea Terbuka VII di Korea Selatan yang berakhir Selasa (30/10). Kejuaraan tersebut digelar sejak 25 Oktober lalu

Dua mendali emas diraih dari nomor Poomsae kategori putri senior atas naa Christina Agung Intan dari Bali dan nomor beregu putra atas nama trio taekwondoin Daniel Danny Harsono, Asep Santoso, asal Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jhon Yunior Mandagi dari Sulawesi Utara.

Pendiri Universal Taekwondo Indonesia Profesional, Grand Master Lioe Nam Khiong ketika dihubungi Selasa, mengatakan sukses itu merupakan hasil kerja keras yang selama ini dilakukan di Indonesian Taekwondo Training Center, yang kini berubah nama menjadi YUTI Training Centre di Kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Untuk Poomsae para taekwondoin ini di bawah bimbingan Pelatih Rahadewineta, mantan atlet taekwondo nasional.

"Mereka yang ikut serta di Korea Open ini murni merupakan binaan pelatih lokal. Tidak ada pelatih asing dan saya pun ikut terjun langsung bersama sama mereka sejak kurun waktu tiga tahun belakangan ini," kata Grand Master Leo panggilan akrab Lioe Nam Khiong.

Grand Master Leo juga mengemukakan sebagai pendiri YUTI dan UTI Pro, dia merasa terpanggil untuk turut berperan aktif dalam mengembangkan Olahraga beladiri taekwondo.

"Apa yang kami lakukan ini tidak ada misi lain dan hanya untuk kemajuan taekowndo Indonesia," kata Grand Master Leo yang juga mantan Wakil Ketua Umum PB TI.

Sementara itu taekwondoin putri Christina Agung Intan merasa terharu dan bangga ketika dinobatkan sebagai pemenang untuk nomor Poomsae kategori perorangan putri senior.

"Ini sangat membanggakan bagi saya megingat di PON lalu hanya berada di peringkat kedelapan," kata taekowndoin asal Bali ini.

Selain dua medali emas, Tim UTI Pro juga mempersembahkan tiga medali perak yang dihasilkan di nomor Poomsae kategori beregu putri oleh trio Taekwondoin Lessitra Draningrati, Domas Ayu Kirana Santoso keduanya dari Jawa Tengah dan Christina Agung Intan dari Bali.

Dua medali perak lainnya dihasilkan di Nomor Kyorugi (Tarung) kelas di bawah 63 Kilogram atas nama Imelda Kasman dari Bali dan Aprilia Uno Sanjaya Jawa Tengah di kelas 49 Kilogram.

Sedangkan tiga medali perunggu, masing masing di nomor Poomsae kategori perorangan putri atas nama Lessitra Draningrati Jawa Tengah, kemudian Christina Agung Intan Bali dan beregu putra Daniel Dany Harsono, Asep Santoso dan Jhon Junior Mandagi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon