Jelang Akhir Tahun, DPR Kebut 3 Proyek Rp8,6 Miliar
Minggu, 4 November 2012 | 12:57 WIB
Tiga proyek tersebut terkait pembangunan dan renovasi di Gedung DPR
Ada banyak kejanggalan dalam sejumlah proyek renovasi yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang akan dikerjakan akhir tahun ini. Salah satunya adalah proyek renovasi toilet gedung Nusantara I yang anggarannya mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Hal tersebut disoroti oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang menyebutkan DPR tengah melakukan lelang terhadap beberapa pekerjaan untuk tahun anggaran 2012.
Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, mengatakan ada tiga item yang sedang dilelang. Yaitu, pekerjaan penggantian pagar batas dengan Taman Ria DPR RI sebesar Rp1,02 miliar yang akan ditandatangani pada 30 November. Proyek renovasi toilet Gedung Nusantara I sebesar Rp1,40 miliar yang penandatanganan kontraknya dijadwalkan pada 22 November, serta perbaikan ruang kerja anggota DPR di gedung Nusantara I sebesar Rp6,26 miliar dengan penandatanganan kontrak pada 27 November.
Total jumlah anggaran tersebut yang akan ditandatangani akhir bulan ini mencapai Rp8,6 miliar.
“Adanya pekerjaan pada akhir tahun 2012 ini mengkonfiirmasi kepada publik bahwa ada kesengajaan yang dilakukan oleh DPR agar pekerjaan ini tidak menjadi sorotan tajam oleh publik. Bisa dikatakan bahwa kinerja staf Sekjen DPR tidak maksimal, mau enak saja, dan jelas-jelas hanya makan gaji buta saja,” ujarnya dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, hari ini.
Menurut Uchok, secara umum pekerjaan proyek DPR ini sangat tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dengan baik sesuai dengan waktu yang tersedia pada akhir tahun ini. Hal itu karena jika penandatanganan kontrak dilakukan akhir bulan November, maka praktis pengerjaan renovasi hanya memiliki waktu satu bulan hingga akhir Desember 2012. Ia memberikan contoh pekerjaan penggantian pagar batas dengan Taman Ria yang menelan dana sebesar Rp1 miliar lebih.
“Pagar pembatas masih ada, tapi kok mau diganti sih? Berarti DPR lagi kelebihan angaran nih. Lebih baik membangun pagar pembatas daripada memberikan anggaran kepada rakyat yang miskin,” ujarnya.
Selain itu untuk proyek renovasi toilet Gedung Nusantara I juga merupakan hal yang aneh karena memakan biaya hingga Rp1,4 miliar lebih. Hal ini, pasti akan menjadi pertanyaan publik. Apalagi tahun 2011 lalu rencana renovasi toilet gedung DPR sudah ditolak oleh publik. Uchok mengatakan, seharusnya proyek renovasi membutuhkan anggaran yang lebih murah, tidak sampai miliaran rupiah dikeluarkan.
“Publik juga akan melihat proyek ini lucu sekali. Masa renovasi sampai miliar rupiah, memang semua toilet DPR rusak semua ya? Sehingga dibutuhkan anggaran bermilar-milar yang mengerus kas negara hanya untuk merenovasi toilet DPR, yang kadang anggota dewannya ada ditempat, yang kadang, entah kemana penguninya,” tuturnya.
Untuk pekerjaan renovasi ruang kerja anggota DPR, Uchok mengatakan jika memang kontraktor melakukan pekerjaan dengan cepat dalam waktu sebulan, berarti awal tahun 2013 anggota dewan akan memiliki ruangan baru. Ia memprihatinkan keadaan tersebut, betapa anggota Dewan menghabiskan anggaran miliaran untuk memiliki ruangan baru, sebagai pengganti tidak mendapatkan gedung baru.
“Seharusnya anggota DPR prihatin pada rakyat yang milih mereka. Yang dibutuhkan rakyat itu bukan ruang baru, tapi kejujuran untuk membela kepentingan rakyat, dan tidak memeras BUMN,” kata Uchok.
Hingga saat ini pihak Setjen DPR belum bisa dimintai tanggapannya.
Ada banyak kejanggalan dalam sejumlah proyek renovasi yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang akan dikerjakan akhir tahun ini. Salah satunya adalah proyek renovasi toilet gedung Nusantara I yang anggarannya mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Hal tersebut disoroti oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang menyebutkan DPR tengah melakukan lelang terhadap beberapa pekerjaan untuk tahun anggaran 2012.
Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, mengatakan ada tiga item yang sedang dilelang. Yaitu, pekerjaan penggantian pagar batas dengan Taman Ria DPR RI sebesar Rp1,02 miliar yang akan ditandatangani pada 30 November. Proyek renovasi toilet Gedung Nusantara I sebesar Rp1,40 miliar yang penandatanganan kontraknya dijadwalkan pada 22 November, serta perbaikan ruang kerja anggota DPR di gedung Nusantara I sebesar Rp6,26 miliar dengan penandatanganan kontrak pada 27 November.
Total jumlah anggaran tersebut yang akan ditandatangani akhir bulan ini mencapai Rp8,6 miliar.
“Adanya pekerjaan pada akhir tahun 2012 ini mengkonfiirmasi kepada publik bahwa ada kesengajaan yang dilakukan oleh DPR agar pekerjaan ini tidak menjadi sorotan tajam oleh publik. Bisa dikatakan bahwa kinerja staf Sekjen DPR tidak maksimal, mau enak saja, dan jelas-jelas hanya makan gaji buta saja,” ujarnya dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, hari ini.
Menurut Uchok, secara umum pekerjaan proyek DPR ini sangat tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dengan baik sesuai dengan waktu yang tersedia pada akhir tahun ini. Hal itu karena jika penandatanganan kontrak dilakukan akhir bulan November, maka praktis pengerjaan renovasi hanya memiliki waktu satu bulan hingga akhir Desember 2012. Ia memberikan contoh pekerjaan penggantian pagar batas dengan Taman Ria yang menelan dana sebesar Rp1 miliar lebih.
“Pagar pembatas masih ada, tapi kok mau diganti sih? Berarti DPR lagi kelebihan angaran nih. Lebih baik membangun pagar pembatas daripada memberikan anggaran kepada rakyat yang miskin,” ujarnya.
Selain itu untuk proyek renovasi toilet Gedung Nusantara I juga merupakan hal yang aneh karena memakan biaya hingga Rp1,4 miliar lebih. Hal ini, pasti akan menjadi pertanyaan publik. Apalagi tahun 2011 lalu rencana renovasi toilet gedung DPR sudah ditolak oleh publik. Uchok mengatakan, seharusnya proyek renovasi membutuhkan anggaran yang lebih murah, tidak sampai miliaran rupiah dikeluarkan.
“Publik juga akan melihat proyek ini lucu sekali. Masa renovasi sampai miliar rupiah, memang semua toilet DPR rusak semua ya? Sehingga dibutuhkan anggaran bermilar-milar yang mengerus kas negara hanya untuk merenovasi toilet DPR, yang kadang anggota dewannya ada ditempat, yang kadang, entah kemana penguninya,” tuturnya.
Untuk pekerjaan renovasi ruang kerja anggota DPR, Uchok mengatakan jika memang kontraktor melakukan pekerjaan dengan cepat dalam waktu sebulan, berarti awal tahun 2013 anggota dewan akan memiliki ruangan baru. Ia memprihatinkan keadaan tersebut, betapa anggota Dewan menghabiskan anggaran miliaran untuk memiliki ruangan baru, sebagai pengganti tidak mendapatkan gedung baru.
“Seharusnya anggota DPR prihatin pada rakyat yang milih mereka. Yang dibutuhkan rakyat itu bukan ruang baru, tapi kejujuran untuk membela kepentingan rakyat, dan tidak memeras BUMN,” kata Uchok.
Hingga saat ini pihak Setjen DPR belum bisa dimintai tanggapannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




