Presiden SBY Tawarkan Bantuan Atasi Masalah Rohingya
Selasa, 20 November 2012 | 16:15 WIB
Tidak seperti AS yang langsung mengajukan angka bantuan US$170 juta dalam dua tahun, Indonesia masih harus mempelajari berapa besaran angka bantuan.
Pemerintah Indonesia berjanji membantu negara Myanmar dalam mengatasi konflik komunal di negara tersebut, terutama yang melibatkan warga Muslim Rohingya. Indonesia siap memberikan bantuan rehabilitasi dan membangun kesejahteraan warga Rohingya akibat konflik yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tawaran bantuan itu disampaikan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Presiden Myanmar Thein Sein, dalam pertemuan bilateral di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (20/11) siang.
Hadir mendampingi SBY antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, perwakilan anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal, serta Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.
Namun, tidak seperti AS yang langsung mengajukan angka bantuan US$170 juta dalam dua tahun, Indonesia disebutkan masih harus mempelajari berapa besaran angka bantuan kemanusiaan yang akan diberikan kepada tetangganya di ASEAN itu.
"Presiden Thein menyambut baik uluran tangan Indonesia itu. Bahkan mengundang Pak SBY untuk datang ke Myanmar, awal tahun depan," kata Teuku Faizasyah, seusai pertemuan.
Faizasyah juga menjelaskan SBY meminta pemerintah Myanmar agar menyelesaikan konflik tersebut, serta mengelolanya supaya tidak menjadi konflik yang berkepanjangan. Menanggapi permintaan tersebut, kata dia, Thein Sein berjanji akan melakukan rekonstruksi besar-besaran yang melibatkan dana miliaran dolar AS.
Dikatakan Faizasyah, Thein Sein juga mengaku terbuka bagi siapa pun untuk melihat apa yang terjadi pada warga Rohingya yang berada di negara bagian Rakhine, Myanmar. Menurut Thein lagi, kutip dia, masalah Rohingya bukan konflik agama atau suku, tetapi semata-mata sebagai konflik komunal yang diprovokasi pihak-pihak tertentu.
"Presiden Thein mengatakan (masalah Rohingya) bukan konflik agama, tetapi masalah komunal. Itu akibat adanya kelakuan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan," tutur Faizasyah mengutip Thein Sein.
Atas penjelasan itu, kata Faizasyah, SBY memahami persoalan yang terjadi. Menurut SBY, lanjut dia, Indonesia juga pernah mengalami hal serupa dengan Myanmar, beberapa tahun lalu.
Pemerintah Myanmar sendiri berharap Indonesia bisa berinvestasi lebih besar lagi di Myanmar, guna menciptakan lapangan kerja dan membuka akses lainnya. Pemerintah Myanmar pun mengapresiasi pemerintah Indonesia, yang pada masa sulit (mereka) untuk bertranformasi, Indonesia secara konsisten memberikan dukungan kepada Myanmar.
Pemerintah Indonesia berjanji membantu negara Myanmar dalam mengatasi konflik komunal di negara tersebut, terutama yang melibatkan warga Muslim Rohingya. Indonesia siap memberikan bantuan rehabilitasi dan membangun kesejahteraan warga Rohingya akibat konflik yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tawaran bantuan itu disampaikan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Presiden Myanmar Thein Sein, dalam pertemuan bilateral di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (20/11) siang.
Hadir mendampingi SBY antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, perwakilan anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal, serta Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.
Namun, tidak seperti AS yang langsung mengajukan angka bantuan US$170 juta dalam dua tahun, Indonesia disebutkan masih harus mempelajari berapa besaran angka bantuan kemanusiaan yang akan diberikan kepada tetangganya di ASEAN itu.
"Presiden Thein menyambut baik uluran tangan Indonesia itu. Bahkan mengundang Pak SBY untuk datang ke Myanmar, awal tahun depan," kata Teuku Faizasyah, seusai pertemuan.
Faizasyah juga menjelaskan SBY meminta pemerintah Myanmar agar menyelesaikan konflik tersebut, serta mengelolanya supaya tidak menjadi konflik yang berkepanjangan. Menanggapi permintaan tersebut, kata dia, Thein Sein berjanji akan melakukan rekonstruksi besar-besaran yang melibatkan dana miliaran dolar AS.
Dikatakan Faizasyah, Thein Sein juga mengaku terbuka bagi siapa pun untuk melihat apa yang terjadi pada warga Rohingya yang berada di negara bagian Rakhine, Myanmar. Menurut Thein lagi, kutip dia, masalah Rohingya bukan konflik agama atau suku, tetapi semata-mata sebagai konflik komunal yang diprovokasi pihak-pihak tertentu.
"Presiden Thein mengatakan (masalah Rohingya) bukan konflik agama, tetapi masalah komunal. Itu akibat adanya kelakuan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan," tutur Faizasyah mengutip Thein Sein.
Atas penjelasan itu, kata Faizasyah, SBY memahami persoalan yang terjadi. Menurut SBY, lanjut dia, Indonesia juga pernah mengalami hal serupa dengan Myanmar, beberapa tahun lalu.
Pemerintah Myanmar sendiri berharap Indonesia bisa berinvestasi lebih besar lagi di Myanmar, guna menciptakan lapangan kerja dan membuka akses lainnya. Pemerintah Myanmar pun mengapresiasi pemerintah Indonesia, yang pada masa sulit (mereka) untuk bertranformasi, Indonesia secara konsisten memberikan dukungan kepada Myanmar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




