Sardjono Bantah Ada Jatah Buat DPR Saat Jabat Dirut Merpati
Senin, 26 November 2012 | 16:45 WIB
Sardjono Jhony mengaku tidak mengerti alasan Dirut PT Merpati baru, Rudi Setyopurnomo, mengatakan adanya permintaan "jatah" dari DPR.
Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Sardjono Jhony Tjitrokusumo, membantah adanya permintaan maupun pemberian "jatah" kepada anggota dewan dari perusahaan pelat merah tersebut. Termasuk soal rumor pemberian Rp18 miliar pada masa kepemimpinannya ditegaskan tidak pernah terjadi.
"Enggak, enggak ada itu. Enggak ada yang minta upeti, dan enggak ada yang bayar," kata Sardjono, ketika memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di gedung DPR, Senin (26/11).
Sardjono mengaku tidak mengerti alasan Dirut PT Merpati penggantinya, Rudi Setyopurnomo, mengatakan adanya permintaan "jatah" terkait penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN ini. Dia juga membantah adanya rivalitas antara dia dan Rudi, sehingga pernyataan keduanya bertolak belakang. "Apa yang mau disaingi dia (Rudi). Kan sudah jadi Dirut, ya kan? Saya mah sekarang jualan motor," lanjutnya.
Menurut Sardjono, pertemuan antara direksi dengan anggota dewan, baik dalam rapat atau nonformal, merupakan hal yang biasa, termasuk melakukan lobi-lobi dalam hubungan mitra kerja. Namun, kata dia, hal tersebut tidak bisa diartikan sebagai cara meminta atau memberi "jatah".
Ditambahkan Sardjono, saat dirinya menjadi dirut tidak pernah ada laporan dari direksi soal permintaan "jatah" terkait PMN. "Oh, enggak ada. Jangan ada permintaan jatah dong. Begini. Relasi itu kan harus dipelihara. Kalau ditanya ada pemerasan atau tidak, saya tidak pernah dimintai apa-apa," tandas dia.
Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Sardjono Jhony Tjitrokusumo, membantah adanya permintaan maupun pemberian "jatah" kepada anggota dewan dari perusahaan pelat merah tersebut. Termasuk soal rumor pemberian Rp18 miliar pada masa kepemimpinannya ditegaskan tidak pernah terjadi.
"Enggak, enggak ada itu. Enggak ada yang minta upeti, dan enggak ada yang bayar," kata Sardjono, ketika memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di gedung DPR, Senin (26/11).
Sardjono mengaku tidak mengerti alasan Dirut PT Merpati penggantinya, Rudi Setyopurnomo, mengatakan adanya permintaan "jatah" terkait penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN ini. Dia juga membantah adanya rivalitas antara dia dan Rudi, sehingga pernyataan keduanya bertolak belakang. "Apa yang mau disaingi dia (Rudi). Kan sudah jadi Dirut, ya kan? Saya mah sekarang jualan motor," lanjutnya.
Menurut Sardjono, pertemuan antara direksi dengan anggota dewan, baik dalam rapat atau nonformal, merupakan hal yang biasa, termasuk melakukan lobi-lobi dalam hubungan mitra kerja. Namun, kata dia, hal tersebut tidak bisa diartikan sebagai cara meminta atau memberi "jatah".
Ditambahkan Sardjono, saat dirinya menjadi dirut tidak pernah ada laporan dari direksi soal permintaan "jatah" terkait PMN. "Oh, enggak ada. Jangan ada permintaan jatah dong. Begini. Relasi itu kan harus dipelihara. Kalau ditanya ada pemerasan atau tidak, saya tidak pernah dimintai apa-apa," tandas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




