2012, 9 Orang Indonesia Kena Flu Burung, Semuanya Tewas
Kamis, 20 Desember 2012 | 00:00 WIB
Menkes mencatat, dari hasil evaluasi terhadap sembilan korban flu burung itu, mereka diketahui mendapatkan penanganan yang tidak tepat.
Sepanjang tahun 2012 sampai sejauh ini, dilaporkan ada sembilan kasus temuan penduduk Indonesia yang positif terinfeksi virus flu burung dan kesemuanya telah meninggal dunia.
"(Akibat) Flu burung H5N1, secara total (tahun) 2012 ini ada sembilan orang, dan sangat menyesal semuanya meninggal," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi, kepada wartawan, di Ternate, Maluku Utara, Rabu (19/12).
Menkes menjelaskan kasus terakhir adalah seorang bocah berusia empat tahun, warga Bogor, yang akhirnya juga meninggal. Pasien yang meninggal sendiri, lanjut dia, diketahui beragam usianya.
Untuk mencegah meluasnya akibat dari penyebaran virus ini, Nafsiah mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan instruksi ke seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Seluruh petugas kesehatan terutama pengawasan pun akan disiagakan, sehingga begitu terjadi kasus akan langsung dilaporkan.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, jangan panik. Kalau melihat unggas, baik itu burung, ayam, bebek, mati pada saat bersamaan, jangan dipegang," tutur Menkes.
Lebih jauh, Nafsiah mencatat, dari hasil evaluasi terhadap sembilan korban flu tersebut, mereka diketahui mendapatkan penanganan yang tidak tepat. "Karena pasien pindah-pindah, dari satu dokter ke dokter yang lain. Dokter tidak diberitahu (jika pasien) ada main sama bangkai unggas," tuturnya.
Nafsiah menambahkan, saat ini wilayah penyebaran flu itu sendiri masih banyak di Jawa. Namun, ditegaskannya, Kemenkes terus meningkatkan kewaspadaan agar tidak terus meluas, serta melakukan standard operating procedure (SOP) yang tepat.
"(Penyebaran di) Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Masih di Jawa. Karena itu, kita tingkatkan pengawasan," katanya.
Selain H5N1, Nafsiah mengatakan bahwa telah ada juga mutasi virus baru yang disebut Klen* 232. Namun, menurutnya, berdasarkan penelitian, virus ini menyerang itik dan bebek, serta belum ada kasus pada manusia.
Sementara, sejak pertama kali kasus flu burung merebak di Indonesia tahun 2005, hingga tahun 2012 ini, Kemenkes mencatat telah ada 192 orang yang meninggal dunia.
Sepanjang tahun 2012 sampai sejauh ini, dilaporkan ada sembilan kasus temuan penduduk Indonesia yang positif terinfeksi virus flu burung dan kesemuanya telah meninggal dunia.
"(Akibat) Flu burung H5N1, secara total (tahun) 2012 ini ada sembilan orang, dan sangat menyesal semuanya meninggal," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi, kepada wartawan, di Ternate, Maluku Utara, Rabu (19/12).
Menkes menjelaskan kasus terakhir adalah seorang bocah berusia empat tahun, warga Bogor, yang akhirnya juga meninggal. Pasien yang meninggal sendiri, lanjut dia, diketahui beragam usianya.
Untuk mencegah meluasnya akibat dari penyebaran virus ini, Nafsiah mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan instruksi ke seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Seluruh petugas kesehatan terutama pengawasan pun akan disiagakan, sehingga begitu terjadi kasus akan langsung dilaporkan.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, jangan panik. Kalau melihat unggas, baik itu burung, ayam, bebek, mati pada saat bersamaan, jangan dipegang," tutur Menkes.
Lebih jauh, Nafsiah mencatat, dari hasil evaluasi terhadap sembilan korban flu tersebut, mereka diketahui mendapatkan penanganan yang tidak tepat. "Karena pasien pindah-pindah, dari satu dokter ke dokter yang lain. Dokter tidak diberitahu (jika pasien) ada main sama bangkai unggas," tuturnya.
Nafsiah menambahkan, saat ini wilayah penyebaran flu itu sendiri masih banyak di Jawa. Namun, ditegaskannya, Kemenkes terus meningkatkan kewaspadaan agar tidak terus meluas, serta melakukan standard operating procedure (SOP) yang tepat.
"(Penyebaran di) Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Masih di Jawa. Karena itu, kita tingkatkan pengawasan," katanya.
Selain H5N1, Nafsiah mengatakan bahwa telah ada juga mutasi virus baru yang disebut Klen* 232. Namun, menurutnya, berdasarkan penelitian, virus ini menyerang itik dan bebek, serta belum ada kasus pada manusia.
Sementara, sejak pertama kali kasus flu burung merebak di Indonesia tahun 2005, hingga tahun 2012 ini, Kemenkes mencatat telah ada 192 orang yang meninggal dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




