BNPB: Ada Penurunan Jumlah Bencana Alam Tahun Ini

Kamis, 20 Desember 2012 | 15:06 WIB
DN
B
Penulis: Dessy Sagita/ Ratna Nuraini | Editor: B1
Lokasi pusat gempa di Bali, Kamis (22/11).
Lokasi pusat gempa di Bali, Kamis (22/11). (BMKG/ Twitter)
Pada 2010 terjadi 1.999 bencana dan 2011 tercatat 1.663 kali.

Sepanjang tahun 2012 ternyata terjadi penurunan jumlah kejadian bencana alam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sampai minggu pertama Desember, tercatat ada 730 kejadian bencana alam. Namun jika digabungkan dengan data dari kementerian dan lembaga lain, saya perkirakan jumlahnya mencapai 1.200," kata Ketua Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, hari ini.

Dikatakan Sutopo, angka kejadian bencana tersebut mengalami penurunan dibanding laporan beberapa tahun terakhir ini. Pada 2010, BNPB mencatat terjadi 1.999 kejadian bencana. Sementaraitu, pada 2011 tercatat 1.663 kali kejadian bencana.

"Penurunan ini sangat dipengaruhi faktor alam, yaitu cuaca, iklim, dan geologi," tambah Sutopo.

Sutopo mengatakan, 85 persen dari kejadian bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan puting beliung.

Dikatakan Sutopo pula, akibat dari bencana yang terjadi sepanjang 2012 ini, sebanyak 487 orang meninggal dunia dan 675.798 orang terpaksa mengungsi atau terluka. Rangkaian bencana yang terjadi juga tercatat mengakibatkan kerusakan 33.847 rumah.

Ditambahkan, jika selama periode 2002 sampai 2011 banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi, maka pada 2012 terjadi pergeseran, di mana puting beliung menempati urutan pertama sebagai bencana yang paling sering terjadi.

Menurut Sutopo, sepanjang periode 2002-2011, angka kejadian puting beliung mengalami peningkatan 28 kali. Sebanyak 404 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 115 juta, dilaporkan rawan dilanda puting beliung. Trend puting beliung itu juga menurutnya mengalami perubahan yang mengkhawatirkan, karena polanya semakin tidak bisa diprediksi.

"Dulu puting beliung hanya terjadi di musim transisi hujan ke kemarau. Sekarang terjadi merata di semua musim, dan menyebar di perkotaan dan pedesaan," ungkapnya.

Indonesia sendiri menurut Sutopo, belum memiliki teknologi untuk mendeteksi perilaku puting beliung. Sutopo mengatakan, BNPB sempat memanfaatkan lightning censor di beberapa stadium untuk mendeteksi petir, tapi hasilnya kurang efektif dalam mendeteksi perilaku puting beliung.

"Sementara ini yang bisa kita lakukan adalah mengimbau kepada masyarakat, agar jangan berada di bawah pohon atau billboard saat hujan, karena sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa pohon atau billboard," katanya.

Untuk tahun 2013, Sutopo menyebtu bahwa diperkirakan bencana puting beliung akan sering lagi terjadi, seiring semakin seriusnya pemanasan global yang menyebabkan daerah tropis makin meluas.

"Saat ini kita memang belum memiliki teknologi terkait puting beliung. Tetapi kita sedang mengusahakannya," tandas Sutopo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon