Jelang Natal, 270 Gereja di Jambi Butuh Pengamanan Ekstra

Jumat, 21 Desember 2012 | 13:59 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi Pengamanan Natal di Gereja (JG Photo/Ali Lutfi)
Ilustrasi Pengamanan Natal di Gereja (JG Photo/Ali Lutfi) (Jakarta Globe)
Pelaksanaan ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru sangat rawan tindak kriminal dan gangguan masyarakat

Sebanyak 270 gereja di Jambi membutuhkan pengamanan ekstra selama perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013. Pengamanan dibutuhkan karena sebagian gereja belum memiliki ijin mendirikan rumah ibadah dari pemerintah. Kemudian, gereja–gereja tersebut berada di daerah pinggiran kota yang rawan keamanan. Sedangkan sebagian lagi gereja di perkotaan rawan keamanan karena berada di sekitar pemukiman warga.

Sejumlah warga gereja di Kota Jambi mengakui, pelaksanaan ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru sangat rawan tindak kriminal dan gangguan masyarakat. "Tahun lalu warga Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kelurahan Aur Duri, pinggiran Kota Jambi terpaksa merayakan Natal dan Tahun Baru di halaman gereja, karena disegel pemerintah dan  masyarakat sekitar. Sampai sekarang gereja tersebut tidak bisa digunakan. Hal serupa juga bisa terjadi kepada gereja lain," kata seorang warga jemaat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kota Jambi yang tidak mau namanya ditulis, Jumat (21/12).

Sementara itu, Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGIW) Jambi, Pendeta Martahan Purba STh, mengatakan umat Kristen Jambi tidak akan melakukan perlawanan jika terjadi gangguan pada perayaan Natal dan Tahun Baru. Umat Kristen diharapkan menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah setempat dan masyarakat agar keamanan ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru bisa tetap diciptakan.

Selain itu, umat Kristen yang merayakan Natal dan Tahun  Baru di Jambi juga diminta tidak sampai mengganggu lalu lintas, dengan memarkirkan kendaraan di jalan raya. "Biasanya gangguan lalu lintas akibat parkir sembarangan di lingkungan gereja bisa juga menimbulkan perasaan tidak senang dari kelompok–kelompok masyarakat tertentu. Halkecil seperti ini harus kita perhatikan," katanya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Almansyah menjelaskan bahwa pihaknya siap melakukan pengamanan gereja.

Menurutnya di Kota Jambi terdapat sebanyak 58 unit gereja yang membutuhkan pengamanan ekstra. Kemudian di Kabupaten Batanghari ada 13 gereja, Muarojambi (44), Kabupaten Tanjungjabung Barat (33) dan Tanjungjabung Timur (24).

Sementara di Kabupaten Bungo sebanyak 12 unit gereja, Tebo (18), Merangin (32), Sarolangun (25) dan Kerinci (5).

"Setiap gereja yang  besar minimal dijaga belasan polisi dari berbagai satuan. Gereja yang kecil dijaga empat orang polisi. Kita juga mengharap warga gereja membantu pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan  pengamanan swakarsa," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon