DPR: Warga Pro dan Kontra di Desa Wadas Sama-sama Jadi Korban

Sabtu, 12 Februari 2022 | 14:36 WIB
YP
BW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: BW
Pos warga Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu, 9 Februari 2022. Sebagian warga desa menolak pembebasan lahan untuk penambangan andesit, bahan baku pembangunan Bendungan Bener Purworejo.
Pos warga Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu, 9 Februari 2022. Sebagian warga desa menolak pembebasan lahan untuk penambangan andesit, bahan baku pembangunan Bendungan Bener Purworejo. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III dari Fraksi Nasdem Taufik Basari menegaskan, warga yang pro dan kontra terkait penjualan tanah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah sama-sama menjadi korban dalam proses penambangan batu andesit untuk bahan material pembangunan Bendungan Bener.

Menurut Taufik, kedua kelompok warga merupakan korban dari tersumbatnya ruang dialog atau komunikasi antara mereka dengan pihak pemerintah dan aparat.

Hal ini disampaikan Taufik berdasarkan hasil dialog, keterangan serta fakta-fakta usai bertemu langsung dengan warga desa Wadas dan pendampingnya pada Kamis (10/2/2022).

"Yang pertama, sebenarnya seluruh masyarakat Wadas, baik yang pro maupun kontra penjualan tanah mereka adalah korban akibat dari tersumbat ruang dialog yang terjadi," ujar Taufik saat dihubungi, Sabtu (12/2/2022).

Taufik juga mengatakan, pihaknya menemukan bahwa harapan dari warga yang pro dan kontra sebenarnya sama, yakni kembalinya hidup rukun dan rasa kekeluargaan di antara mereka sebagaiman sebelumnya sudah berlangsung.

Menurut dia, warga merasa sama-sama dirugikan dengan situasi yang ada, meskipun mereka dalam posisi terbelah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon