Demokrat: Parpol Miliki Media Bertentangan dengan Demokrasi
Sabtu, 22 Desember 2012 | 11:27 WIB
Saat ini beberapa media ternama dimiliki oleh ketua umum dan pendiri partai politik tertentu.
Partai Demokrat tak tertarik memiliki media meski dalam silaturahmi nasional (silatnas) pekan lalu menyatakan konsolidasi partai semakin kuat dengan sosialisasi melalui udara dan darat.
Anggota divisi Komunikasi Publik Hinca Panjaitan mengatakan, partai Demokrat tak akan mendirikan media sendiri sebagai corong partai kepada publik.
“Demokrat tak pernah mau bermimpi punya media, partai politik (parpol) itu memang tidak boleh punya media, yang ada orang yang punya media masuk parpol. Jadi harus diluruskan parpol tak boleh punya media,” kata Hinca dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/12).
Dalam silatnas Demokrat, Ketua Umum Anas Urbaningrum menyatakan, upaya partai menarik hati masyarakat harus dilakukan melalui udara yaitu media, hingga melalui darat yaitu langsung turun ke lapangan.
Namun menurut Hinca, hal tersebut tidak bisa diartikan sebagai maksud Demokrat untuk memiliki media. “Parpol tak punya kemampuan memiliki media karena itu bertentangan dengan demokrasi,” lanjutnya.
Partai Demokrat juga menyadari, pemberitaan media dapat mempengaruhi kinerja sebuah partai. Apalagi, jika pemberitaan itu mengkritik tanpa jelas akar permasalahannya.
Sebagai gambaran, saat ini beberapa media ternama dimiliki oleh ketua umum dan pendiri partai politik tertentu.
Hinca menambahkan, partainya akan berusaha mendapat perhatian positif dari media melalui kegiatan dan kinerja. “Penari tak boleh punya panggung,” tutupnya.
Partai Demokrat tak tertarik memiliki media meski dalam silaturahmi nasional (silatnas) pekan lalu menyatakan konsolidasi partai semakin kuat dengan sosialisasi melalui udara dan darat.
Anggota divisi Komunikasi Publik Hinca Panjaitan mengatakan, partai Demokrat tak akan mendirikan media sendiri sebagai corong partai kepada publik.
“Demokrat tak pernah mau bermimpi punya media, partai politik (parpol) itu memang tidak boleh punya media, yang ada orang yang punya media masuk parpol. Jadi harus diluruskan parpol tak boleh punya media,” kata Hinca dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/12).
Dalam silatnas Demokrat, Ketua Umum Anas Urbaningrum menyatakan, upaya partai menarik hati masyarakat harus dilakukan melalui udara yaitu media, hingga melalui darat yaitu langsung turun ke lapangan.
Namun menurut Hinca, hal tersebut tidak bisa diartikan sebagai maksud Demokrat untuk memiliki media. “Parpol tak punya kemampuan memiliki media karena itu bertentangan dengan demokrasi,” lanjutnya.
Partai Demokrat juga menyadari, pemberitaan media dapat mempengaruhi kinerja sebuah partai. Apalagi, jika pemberitaan itu mengkritik tanpa jelas akar permasalahannya.
Sebagai gambaran, saat ini beberapa media ternama dimiliki oleh ketua umum dan pendiri partai politik tertentu.
Hinca menambahkan, partainya akan berusaha mendapat perhatian positif dari media melalui kegiatan dan kinerja. “Penari tak boleh punya panggung,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




