Diduga Korban Filler Payudara Ilegal, Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Hotel

Minggu, 20 Februari 2022 | 19:10 WIB
SW
WM
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: WM
Ilustrasi Jenazah
Ilustrasi Jenazah (B1/Rommy)

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang wanita dengan inisial RCD (34) ditemukan tewas di salah satu hotel kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu (19/2/2022). Diduga, ia menjadi korban filler payudara ilegal.

Kanit Reskrim Polsek Tamansari AKP Roland Manurung mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh pihak hotel. Pada saat itu, pihak hotel hendak memberitahu kepada RCD (34) bahwa sudah waktunya ia untuk check out.

"Korban menginap sudah 3 hari di hotel. Terus dihubungi pihak hotel karena sudah waktunya check out. Ketika dibuka, tidak bisa. Akhirnya (pihak hotel) mengambil kunci cadangan dan ketika dibuka (korban) sudah jadi (jenazah)," kata Roland saat dihubungi, Minggu (20/2/2022).

Setelah pihak hotel melihat jasad perempuan tersebut, mereka langsung melaporkan ke Polsek Metro Tamansari. Petugas dibantu dengan petugas puskesmas langsung datang ke lokasi.

Lebih lanjut Roland mengatakan, hasil identifikasi sementara pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Akan tetapi, pihaknya menemukan adanya komunikasi via telepon antara RCD (34) dengan tukang suntik filler payudara.

Diketahui, RCD (34) membuat janji dengan seorang teman untuk melakukan suntik filler payudara kedua kalinya pada Jumat (18/2/2022) kemarin.

"Yang dateng bukan dokter, makanya kita duga ada kesalahan di situ. Akan tetapi untuk memastikan kami dalam rangka lidik. Jadi dia ada janjian dengan seseorang untuk suntik payudara biayanya Rp 3,5 juta dan yang datang bukan nakes (tenaga kesehatan), bukan dokter, namun temannya dia. Menurut hasil pengecekan percakapan itu dia (korban) sudah pernah melakukan suntik payudara sebelumnya dengan cewek ini (transpuan) ini," ungkap Roland.

Selain menemukan percakapan tersebut, Roland mengatakan, pihaknya menemukan komunikasi antara korban dan rekannya yang lain.

"Percakapan dia (korban) dengan seseorang di Whatsapp-nya. Pengecekan handphone, ada cairan yang keluar dari payudara yang habis disuntik makanya dia lemas dan kedinginan. Kemungkinan (malpraktik) tapi dia (yang suntik) bukan dokter," ucapnya.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan. Pihaknya telah membawa jasad korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi.

Selain itu, polisi juga akan memanggil orang yang melakukan suntikan filler payudara ke tubuh korban.

"Belum, lagi dibikin panggilan karena yang bersangkutan kami coba hubungi tidak bisa. Kita kirimkan panggilan Senin besok," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon