Pesepakbola Inggris dan Skotlandia Dibayangi Depresi

Kamis, 3 Januari 2013 | 12:03 WIB
B
BA
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Anton Ferdinand (kiri) dan John Terry (kanan), terlibat cekcok seputar rasisme.
Anton Ferdinand (kiri) dan John Terry (kanan), terlibat cekcok seputar rasisme. (The Sun)
Survei ini menunjukkan, 78 persen pemain sepakbola di sana merasa, depresi adalah momok yang menghantui.

Lebih dari tiga perempat pesepakbola profesional di Inggris dan Skotlandia merasa depresi menjadi momok yang menghantui, demikian hasil survei yang dilaksanakan majalah asal Inggris, FourFourTwo, Rabu (2/1).

Survei yang digelar terhadap 100 pesepakbola itu digelar setahun setelah meninggalnya Gary Speed, seorang manajer klub sepakbola asal Inggris. Speed mengakhiri hidupnya sendiri akibat dirundung depresi. Hal ini kemudian memicu perkiraan bahwa depresi membayangi para pesepakbola profesional, jauh lebih dalam dari yang diperkirakan.

Seorang responden yang namanya tidak disebutkan mengaku, "Depresi amat bisa memengaruhi para pesepakbola. Saya tahu, karena pernah mengalaminya. Satu-satunya jalan yang sepertinya nyaman saat itu adalah untuk menyerah dan tidak lagi bermain sepak bola. Itu adalah masa kelam dalam hidup saya."

Pemimpin Professional Footballer's Association (PFA) Gordon Taylor mengatakan, organisasinya sedang merancang sistem baru untuk membantu menghadapi penyakit yang menyerang mental para pesepakbola.

"Ini adalah masalah yang sudah kami hadapi untuk sekian lama, dan kami mencari cara untuk memastikan semua orang mengetahui sistem-sistem pendukung yang ada. Kami punya jaringan penasihat dan layanan konseling di PFA," jelas Taylor.

Survei ini menunjukkan, 78 persen pemain sepakbola di sana merasa, depresi adalah momok yang menghantui. ekitar 26 persen responden pernah menyaksikan tindak rasisme, sementara 14 persen mengaku melihat adanya tindakan kecurangan, bahkan penentuan skor akhir sebelum pertandingan berlangsung --meski tak disebutkan di level apa. Hal-hal semacam ini yang mengakibatkan depresi di kalangan pesepakbola.

Sekitar 43 persen merasa terlalu banyak pemain asing yang bermain di pertandingan sepakbola Inggris. Sekitar 25 persen responden percaya, pesepakbola yang mengaku gay secara terang-terangan akan dikucilkan.

Setengah dari responden mengatakan, sebagian besar pesepakbola profesional menggunakan obat-obatan terlarang untuk rekreasi alias bersenang-senang, hanya 13 persen yang memperkirakan ada atlet yang menggunakan obat terlarang untuk mendukung performa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon