Poempida Sesalkan Langkah Presiden Sahkan RPP Tembakau
Rabu, 9 Januari 2013 | 15:25 WIB
" … Akan merugikan pihak-pihak yang lemah yang hidup dari kegiatan industri tembakau, terutama Petani Tembakau."
Anggota Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Poempida Hidayatulloh mengaku, merasa tak habis pikir dengan langkah pemerintah yang tetap lanjut mengesahkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) Tembakau walau sudah diprotes para petani.
Dengan pengesahan itu, maka pemerintah dianggap sama saja dengan membuat aturan yang ujung-ujungnya merugikan rakyatnya yang memang sudah lemah.
"Jelas ini adalah PP yang mempunyai agenda khusus dan sarat dengan berbagai kepentingan kelompok tertentu. Yang kemudian akan merugikan pihak-pihak yang lemah yang hidup dari kegiatan industri tembakau, terutama Petani Tembakau," kata Poempida di Jakarta, Rabu (09/01).
Padahal, PP Pengamanan Zat Adiktif berupa Produk Tembakau untuk Kesehatan itu, tidak bisa dijadikan prioritas sebagai amanat UU Kesehatan. UU Kesehatan sebenarnya mengamanatkan untuk pembentukan PP untuk semua Zat Adiktif.
"Bukan hanya produk tembakau. Mengapa jadi produk tembakau saja yang dimunculkan?"
Selain itu juga ada beberapa PP lainnya yang juga menjadi amanat UU Kesehatan, salah satu diantaranya adalah PP tentang Kesehatan Jiwa," kata Poempida.
Dia melanjutkan bahwa pemerintah seharusnya juga mendengarkan keberatan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang menolak regulasi tembakau yang merupakan kebijakan pemerintah pusat.
"Saya melihat, keputusan Presiden untuk mensahkan PP tentang Tembakau ini sangat tidak sejalan dengan semangat pembangunan yang didengungkan oleh Pemerintah sendiri yaitu "Pro Poor, Pro Job and Pro Growth," tegasnya.
Politisi asal Partai Golkar itupun memprediksi, akan ada resistensi ataupun keengganan di tingkat daerah untuk menindaklanjuti PP tersebut. Ini dikarenakan secara politis, pihak pemerintah daerah (pemda) lah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
"Saya tidak heran jika kemudian muncul gejolak dari masyarakat dalam masalah ini. Semoga saja pemerintah dapat menghadapinya dan tidak menjadi beban politik di kemudian hari," tukas Poempida.
Anggota Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Poempida Hidayatulloh mengaku, merasa tak habis pikir dengan langkah pemerintah yang tetap lanjut mengesahkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) Tembakau walau sudah diprotes para petani.
Dengan pengesahan itu, maka pemerintah dianggap sama saja dengan membuat aturan yang ujung-ujungnya merugikan rakyatnya yang memang sudah lemah.
"Jelas ini adalah PP yang mempunyai agenda khusus dan sarat dengan berbagai kepentingan kelompok tertentu. Yang kemudian akan merugikan pihak-pihak yang lemah yang hidup dari kegiatan industri tembakau, terutama Petani Tembakau," kata Poempida di Jakarta, Rabu (09/01).
Padahal, PP Pengamanan Zat Adiktif berupa Produk Tembakau untuk Kesehatan itu, tidak bisa dijadikan prioritas sebagai amanat UU Kesehatan. UU Kesehatan sebenarnya mengamanatkan untuk pembentukan PP untuk semua Zat Adiktif.
"Bukan hanya produk tembakau. Mengapa jadi produk tembakau saja yang dimunculkan?"
Selain itu juga ada beberapa PP lainnya yang juga menjadi amanat UU Kesehatan, salah satu diantaranya adalah PP tentang Kesehatan Jiwa," kata Poempida.
Dia melanjutkan bahwa pemerintah seharusnya juga mendengarkan keberatan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang menolak regulasi tembakau yang merupakan kebijakan pemerintah pusat.
"Saya melihat, keputusan Presiden untuk mensahkan PP tentang Tembakau ini sangat tidak sejalan dengan semangat pembangunan yang didengungkan oleh Pemerintah sendiri yaitu "Pro Poor, Pro Job and Pro Growth," tegasnya.
Politisi asal Partai Golkar itupun memprediksi, akan ada resistensi ataupun keengganan di tingkat daerah untuk menindaklanjuti PP tersebut. Ini dikarenakan secara politis, pihak pemerintah daerah (pemda) lah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
"Saya tidak heran jika kemudian muncul gejolak dari masyarakat dalam masalah ini. Semoga saja pemerintah dapat menghadapinya dan tidak menjadi beban politik di kemudian hari," tukas Poempida.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




