Inggris Serukan Dunia Kejar Penghindar Pajak

Jumat, 25 Januari 2013 | 11:53 WIB
BB
B
Penulis: BBC/ Faisal Maliki Baskoro | Editor: B1
David Cameron
David Cameron (AFP)
Bagi mereka yang menghindari membayar pajak, sekarang saatnya sadar.

Davos - Perdana Menteri Inggris menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia yang hadir di pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss untuk bekerja sama memberantas para pengusaha yang menghindari bayar pajak.

Hal ini disampaikan menyusul pernyataan sikapnya yang mengancam  Inggris akan keluar dari Uni Eropa (EU) karena krisis ekonomi yang berkelanjutan.

“Penghindaran pajak telah menjadi sangat agresif sehingga sekarang sudah saatnya kerjasama internasional diarahkan untuk memastikan pengusaha global membayar kewajiban mereka,” ujar Cameron.

“Bagi mereka yang menghindari membayar pajak, sekarang saatnya bangun dan mencium bau kopi (ungkapan untuk segera sadar),” lanjut Cameron.

Ungkapan tersebut merupakan sindiran bagi raksasa waralaba kopi dari Amerika, Starbucks, yang dianggap menghindari membayar pajak penuh. Perusahaan besar lainnya seperti Amazon dan Google juga dianggap memanfaatkan celah perpajakan guna membayar pajak yang lebih rendah.

Masalah perpajakan juga merupakan teguran bagi EU yang dianggap oleh Cameron, “kalah inovasi, kalah investasi, dan kalah kompetisi”. Krisis yang berlarut-larut ini membuat Inggris ragu dengan kemampuan EU dan mengancam akan keluar, melalui sebuah referendum, jika Cameron menang Pemilu 2015.

Mengejar para penghindar pajak merupakan fokus Inggris dalam keketuannya di G-8 tahun ini. Selain itu, Cameron juga berjanji akan membahas masalah “birokrasi perdagangan” dalam pertemuan World Trade Organization di Bali tahun ini. Menurut Cameron, jika birokrasi perdagangan bisa diatasi, maka ada potensi perdagangan sebesar $70 miliar yang bisa tercipta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon