Mega Tantang Kaum Perempuan Pilih Pemimpin Perempuan
Selasa, 12 Februari 2013 | 16:17 WIB
"Di kitab suci Al Quran juga membolehkan. Saya tidak senang kalau kaum perempuan dibohongi terus."
Cibinong - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menantang para perempuan untuk memilih pemimpin dari kaumnya sendiri.
Hal itu ditegaskan Megawati saat berkampanye untuk pasangan cagub/cawagub Jabar Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (PATEN) di Gedung Kesenian Pemkab Bogor, Cibinong, Selasa (12/2).
Namun sayangnya, ujar Presiden RI kelima itu, masih banyak kaum perempuan yang tidak mau memilih perempuan sebagai pemimpinnya.
"Kaum perempuan harus berani dengan kebenaran. Harus berpikir dengan hati nurani sendiri, sehingga tidak mudah dibohongi lagi," tegasnya.
Mega menerangkan, PDI Perjuangan memilih Rieke sebagai cagub, karena sudah saatnya Jabar dipimpin oleh seorang perempuan.
"Kenapa dulu ada Dewi Sartika dan berasal dari Jabar. Kenapa sekarang harus takut memilih perempuan," ujar Mega di hadapan sekitar 1.000 massa yang memadati gedung kesenian tersebut.
Mega juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sangat menjunjung kaum perempuan. Karena itu, katanya, agama Islam tidak melarang kaum perempuan menjadi pemimpin.
Dia mengemukakan, pada prinsipnya kaum perempuan sama dengan kaum pria. Hanya saja kaum perempuan sering merendahkan dirinya sendiri.
"Di kitab suci Al Quran juga membolehkan. Saya tidak senang kalau kaum perempuan dibohongi terus," tegasnya.
Selain bicara tentang kaum perempuan, Mega juga menjelaskan kepada massa tentang pilihannya kepada Teten Masduki untuk mendampingi Rieke.
"Siapa yang tidak kenal dengan Teten Masduki. Dia selalu menjadi panglima anti korupsi. Karena itulah saya memilih dia untuk mendampingi Rieke," tandasnya.
Mega juga mengritik jika ada yang mengatakan bahwa Jabar sudah mengalami kemajuan saat ini.
Buktinya, kata dia, kualitas SDM masyarakat Jabar masih tergolong rendah jika dilihat dari soal tingkat pendidikan.
"Sebanyak 42 persen masih pendidikan SD ke bawah. 70 persen SMP ke bawah, kemudian SMA 23 persen, 7 persen universitas," katanya.
Kondisi ini, ujarnya yang bisa memperbaiki hanya pemimpinnya. Tetapi kalau pemimpinnya korupsi, masyarakatnya akan tambah terpuruk.
"Saya berkeinginan Jabar menjadi daerah yang sejahtera, bukan saja dari sisi agama, tapi juga ekonomi dan sosial," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




