CT Corp Tawar VIVA Group Rp 12 T
Selasa, 19 Februari 2013 | 17:55 WIB
Jakarta - CT Corp, perusahaan yang dikendalikan oleh Chairul Tanjung, dikabarkan mengajukan penawaran senilai US$ 1,2 miliar untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), perusahaan media milik Grup Bakrie.
"Saat ini terjadi negosiasi intensif antara CT dan pihak Bakrie. CT menawar sebesar US$ 1,2 miliar, sedangkan pihak Bakrie masih bertahan pada angka US$ 1,5 miliar. Kalau tawaran diterima, CT pasti langsung ambil alih," kata sumber Investor Daily yang mengetahui rencana tersebut di Jakarta, Senin (18/2).
Selain CT, Grup Media Nusantara Citra (MNC) dan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) juga dikabarkan berminat mengakuisisi Visi Media Asia, pemilik TV One, ANTV, dan Vivanews.
Grup MNC merupakan kelompok media milik Hary Tanoesoedibjo yang mengelola stasiun televisi RCTI, MNC TV, Global TV, serta sejumlah media lainnya. Emtek adalah perusahaan milik keluarga Sariatmadja yang mengelola SCTV dan Indosiar. Sedangkan CT Corp melalui Trans Corp memiliki Trans TV, Trans 7, dan situs berita Detikcom.
Ketika dikonfirmasi, Chairul Tanjung mengatakan bahwa dia belum bisa berkomentar termasuk soal penawaran senilai US$ 1,2 miliar. "Coba tanya detilnya kepada Anin (Anindya Bakrie). Saya tidak bisa menjawabnya," kata dia.
Meski demikian, Chairul Tanjung mengakui bahwa pihaknya ingin menjadi raja media di Indonesia. "Apakah salah kalau seperti itu. Setiap orang pasti bisa menjadi seperti itu," ujar dia.
Sementara Anindya Bakrie yang merupakan putra Aburizal Bakrie tidak dapat dikonfirmasi. Sebelumnya, Anindya Bakrie selaku komisaris utama Visi Media menegaskan tidak ada rencana penjualan TV One, ANTV, dan vivanews.com.
Hal itu terungkap dalam syukuran dan silaturahmi bersama karyawan TV One yang disiarkan langsung stasiun televisi tersebut, belum lama ini. "Kalau ada pertanyaan itu (rencana penjualan), jawab saja dengan senyuman," ujar Anindya.
Sinergi Bisnis
Sementara itu, kabar terkini terungkap dari laporan Visi Media ke Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Manajemen Visi Media melaporkan bahwa pemegang saham perseroan pernah menjajaki kerja sama dan sinergi dengan grup media lain.
"Kami belum mendapat informasi sehubungan dengan rencana pemegang saham dari Grup Bakrie untuk menjual saham-saham perseroan (Visi Media)," tulis Sekretaris Perusahaan Visi Media Neil R Tobing.
Sebelumnya, Reuters melaporkan, proses tender penjualan saham Visi Media sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir dengan penawar lokal antara lain Grup MNC, CT Corp, dan Elang Mahkota Teknologi.
Grup Bakrie disebut-sebut berencana melepas 51 persen saham Visi Media. Saat ini, PT Bakrie Global Ventura menguasai 32,56 persen saham Visi Media, sedangkan PT CMA Indonesia memiliki 10,42 persen saham Visi Media. Selain itu, DBS Vickers (Hong Kong) Ltd atas nama klien tercatat memiliki 6,69 persen saham.
Grup Bakrie sedang mencari penawaran ter tinggi dari para calon pembeli, karena valuasi Visi Media saat ini diperkirakan sekitar US$ 1,2- 2 miliar. Adapun kapitalisasi pasar saham Visi Media di BEI sekitar US$ 845 juta.
Di lain pihak, Surya Paloh selaku pemilik Metro TV yang juga ketua umum Partai NasDem pernah menyebutkan, Hary Tanoe (MNC) ikut tender penjualan TV One dan ANTV milik Grup Bakrie. Pernyataan itu diungkapkan setelah Hary Tanoe mundur dari nasdem.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




