ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polairud Polresta Banjarmasin Bantu Larung Abu Jenazah Umat Hindu

Rabu, 14 Desember 2022 | 15:19 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Polairud Polresta Banjarmasin membantu pelarungan abu jenazah.
Polairud Polresta Banjarmasin membantu pelarungan abu jenazah. (Doc. Kemenag)

Banjarmasin, Beritastu.com. - Kerukunan mencerminkan hubungan timbal balik yang ditandai oleh sikap saling menerima, saling mempercayai, saling menghormati dan menghargai, serta sikap saling memaknai kebersamaan. Toleransi merupakan hal mutlak agar kerukunan antar umat beragama semakin kuat.

Seperti di Kalimantan Selatan, hubungan baik terlihat antar pemeluk agama. Sikap saling menghargai dan menerima perbedaan bahkan saling membantu dalam kegiatan sehari-hari bukan hal yang asing lagi. Salah satunya yang terlihat antara pemeluk agama Hindu, Buddha dan Satuan Polairud Polresta Banjarmasin.

Seperti dituturkan Ida Rsi Wismamitra, pemuka agama Hindu di Banjarmasin. Bagi seseorang yang sudah meninggal, maka dilakukan upacara kematian sesuai agamanya, termasuk juga umat Hindu yang akan melakukan upacara pembakaran jenazah.

Jenazah sendiri, ujar pria yang akrab disapa Made ini akan dikremasi dalam upacara Mekingsan Ring Geni. Dalam prosesnya umat Hindu akan menggunakan Krematorium Yayasan Tenang milik umat Budha.

ADVERTISEMENT

"Kita bekerjasama dan saling support dengan saudara kita yang beragama Buddha dalam hal kremasi jenazah," ucapnya, Sabtu (10/12).

Usai dikremasi, abu pembakaran akan langsung dibawa ke laut untuk dilarung. Dalam hal ini pihaknya ujar Made bekerjasama dengan Satpolairud Polresta Banjarmasin yang menyediakan speedboat dan sejumlah personel untuk mengantarkan keluarga yang melarung abu.

"Di sinilah toleransi tersebut terlihat, meski personel Satpolair tersebut beragama Islam atau Nasrani mereka tidak pernah menolak atau menunda jika dimintai tolong. Meski itu tengah malam dan tidak ada surat perintah sebelumnya," terang Made.

Saat melarung abu, pihaknya ujar Made tetap menghormati masyarakat Banjarmasin yang mayoritas muslim dengan cara melarung abu jauh dari pemukiman. Hal itu dilakukan sebagai bentuk etika menghormati warga muslim pesisir sungai.

Ia berharap kebersamaan dan toleransi seperti ini dapat terus dipertahankan, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dalam berbangsa dan bernegara. (adv)



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Haul Guru Zuhdi Bakal Dihadiri 1 Juta Jemaah, Polisi Siap Pengamanan

Haul Guru Zuhdi Bakal Dihadiri 1 Juta Jemaah, Polisi Siap Pengamanan

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon