Tradisi Akeppai Sate, Santri dan Warga Makan Sate Bareng
Jumat, 30 Juni 2023 | 14:43 WIB
Jember, Beritasatu.com - Pondok pesantren Ash-Shiddiqi, di Dusun Curah Lele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar tradisi "akeppai sate" daging kurban bersama-sama warga sekitar, Kamis (29/6/2023).
Tradisi akeppai sate ini merupakan agenda rutinan setiap tahun yang dilakukan oleh pondok pesantren bersama warga dan wali santri pada momen hari raya idul adha.
Usai menunaikan salat iduladha, para santri, wali santri serta warga berkumpul melaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban, kemudian membagikan daging, memasak daging, dan diakhiri dengan makan bersama.
Pengasuh pondok pesantren Ash-Shiddiqi, Kiai Muchlisin menuturkan makna dibalik tradisi akeppai sate merupakan tradisi kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan kekompakan antar sesama manusia dalam mewujudkan nilai-nilai ukhuwah islamiyah.
"Alhamdulillah untuk kambing dan sapinya tadi kita sate bersama dengan tradisi akeppai sate. Akeppai sate ini bahasa madura artinya kipas-kipas sate ini tradisi pondok pesantren yang turun temurun dari dulu pakai pelepah pisang," tuturnya kepada Beritasatu.com di lokasi penyembelihan.
"Bersama-sama disini membakar sate disini dalam rangka memupuk persaudaraan, kebersamaan antar sesama santri, antar sesama masyarakat," imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Gus Mus itu menyampaikan. ada 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing yang di sembelih pada momen idul kurban saat ini.
Setelah disembelih daging kurban tersebut akan dibagikan kepada warga dan sebagian ada yang diolah untuk dimakan bersama-sama.
"Ada yang dibagikan satenya sama gulainya kemudian nanti setelah selesai akeppai sate kita makan bersama-sama dengan masyarakat yang sudah datang, bersama santri ada juga TNI-Polri," tutup Gus Mus.
Tradisi akeppayi sate daging kurban ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga, pasalnya pada momen ini mereka dapat berkumpul bersama menjalin silaturrahmi antara warga, wali santri, bahkan pejabat tanpa ada sekat.
"Makan bersama-sama bergembira, bersenang-senang, bersama bersuka ria, ini dapat daging saya berterimakasih sekali sama pak kiai," kata Triweli, salah satu warga.
Warga berharap tradisi akeppai sate ini tetap harus dipertahankan, selain memberi manfaat kepada yang membutuhkan, juga dapat mempererat kerukunan antar warga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara





