ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Waspada! Musim Kemarau Ekstrem Bakal Landa Indonesia

Senin, 31 Juli 2023 | 21:38 WIB
HS
JS
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JAS
Musim kemarau.
Musim kemarau. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan bahwa Indonesia saat ini tengah mengalami musim kemarau ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengatakan sejarah mencatat bahwa intensitas El Nino kuat terjadi pada tahun 2015 dan lemah pada tahun 2019. Pihaknya memprediksi bahwa pada tahun 2023 ini, El Nino akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September ini.

"Dampak El Nino memengaruhi tiap daerah dengan karakter yang berbeda. Saat ini, sekitar 63 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan terdampak El Nino," ucapnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengusung tema "Waspada Dampak El Nino", Senin (31/7/2023).

ADVERTISEMENT

Dikatakan Fachri, prediksi BMKG menunjukkan bahwa musim kemarau pada tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Fachri menyebutkan, beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami curah hujan sangat rendah mencakup sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan, Tengah, dan Tenggara.

"Bahkan, saat ini di Bali, NTB dan NTT sudah masuk dalam krisis, karena dalam catatan kami sudah 60 hari tidak turun hujan," sebut dia.

Meskipun puncak El Nino diperkirakan pada Agustus-September, pengaruhnya akan terus berlangsung hingga Desember. Oleh karena itu, kewaspadaan harus tetap dijaga dan langkah-langkah mitigasi perlu dilakukan.

Fachri pun menekankan pentingnya pengelolaan air tanah dalam menghadapi El Nino. Oleh karena itu, BMKG memberikan informasi ketersediaan air tanah sebagai referensi perencanaan tingkat lanjut.

"BMKG berusaha menggunakan berbagai saluran komunikasi untuk menyampaikan informasi terkini tentang El Nino. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi El Nino dan memanfaatkan informasi BMKG dengan baik," papar dia.

Selain berkurangnya curah hujan, El Nino juga membawa dampak lain, seperti perbedaan suhu di siang dan malam hari yang ekstrem, terutama di dataran tinggi. Karena itu, masyarakat di lingkungan perkotaan juga perlu mewaspadai suhu tinggi yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

"Hemat air dan perhatikan kualitas udara menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak suhu ekstrem," pungkasnya.

Sebagai informasi, El Nino adalah peristiwa peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menyebabkan pengurangan udara basah menuju Indonesia, mengakibatkan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon