ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polisi Dalami Motif Mertua Bunuh Menantu yang Hamil 7 Bulan di Pasuruan

Rabu, 1 November 2023 | 18:44 WIB
DF
BW
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: BW
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Ahmad Doni Meidianto
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Ahmad Doni Meidianto (Beritasatu.com/Didik Fibrianto )

Pasuruan, Beritasatu.com - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan terus mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan Khoiri (52) warga, Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terhadap menantunya sendiri, Fitria Almuniroh (23), yang sedang hamil 7 bulan. Hingga saat ini polisi masih minta keterangan pelaku.

"Sampai saat ini masih proses penyidikan kepada pelaku pembunuhan," kata AKP Doni kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Ahmad Doni Meidianto menyatakan, pelaku belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma atas tindakannya membunuh korban.

ADVERTISEMENT

"Sampai saat ini masih proses penyidikan kepada pelaku pembunuhan. Pelaku juga masih belum bisa memberikan keterangan kebenaran atas perbuatannya," kata AKP Doni kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).

Dia menjelaskan, kematian korban disebabkan akibat sayatan benda tajam berupa pisau dapur yang dilakukan pelaku di bagian leher sebelah kiri, dengan lebar sayatan mencapai 13 sentimeter.

Dari hasil autopsi sementara, diduga korban meninggal dunia akibat kehabisan darah, dan berdampak pada janin yang ada dalam kandungan korban.

"Jadi bayi dalam kandungan ikut meninggal. Kita juga menunggu hasil visum yang dikeluarkan pihak rumah sakit. Saat ini jenazah korban Fitria Almuniroh dimakamkan di makam umum desa setempat," terangnya.

Sementara itu, Ketua RW 4, Dusun Blimbing, M Badri mengungkapkan, keluarga pelaku maupun korban merupakan keluarga tertutup.

Setiap hari, mereka bertiga yang hidup serumah tidak pernah berkomunikasi dan berkumpul dengan tetangga maupun masyarakat sekitar.

"Keluarga pelaku itu tertutup, jarang atau tidak pernah berkumpul dengan masyarakat. Sama tetangga dempetnya saja tidak pernah berkomunikasi. Karena mereka tertutup, kami juga tidak tahu ada masalah apa, sehingga pelaku tega membunuh menantunya," ungkap Badri.

Arifin, tetangga korban juga membenarkan pelaku orangnya tertutup. "Saya kenal Khoiri, tetapi memang keluarganya tertutup. Maaf, lebih baik langsung bertanya ke polisi saja biar lebih jelas, saya takut salah kalau nanti komentar," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon