Budi Daya Melon dengan Metode Greenhouse Miliki Potensi Untung Besar
Selasa, 14 November 2023 | 23:46 WIB
Bojonegoro, Beritasatu.com – Budi daya tanaman buah melon, khususnya jenis premium, masih cukup menjanjikan untuk dikembangkan, mengingat nilai ekonomis serta permintaan di pasaran masih cukup tinggi.
Wiknyo Sumarko (61 tahun), petani asal Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menangkap peluang tersebut dengan melakukan budidaya melon premium itu dengan metode greenhouse.
Menurutnya, budi daya tanaman melon menggunakan metode greenhouse memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang besar, terutama jika dilakukan dengan baik dan benar. Hanya saja, budi daya dengan cara ini memang membutuhkan modal awal yang lebih besar jika dibandingkan dengan cara tanam konvensional.
"Metode greenhouse ini perawatannya lebih mudah, untungnya juga lebih besar," ucap Wiknyo, sapaan akrabnya, Senin (13/11/2023).
BACA JUGA
Kolaborasi Polisi dan Mantan Preman, Budi Daya 35.000 Pohon Tomat di Perbatasan RI-Timor Leste
Wiknyo mengaku baru pertama kali menanam melon dalam greenhouse sekitar lima bulan lalu. Ia awalnya hanya mencoba-coba menanam melon di dalam greenhouse.
“Awalnya saya ingin coba-coba saja. Saya pernah menanam brambang, tetapi kok hasilnya kurang baik. Setelah itu, diberitahu anak saya untuk mencoba menanam melon di dalam greenhouse. Alasannya agar hama tidak banyak dan ternyata hasilnya baik,” tutur Wiknyo Sumarko.
Ia memanfaatkan lahan seluas 15 x 22 meter persegi untuk menanam 1.200 pohon melon premium jenis intanon yang berasal dari Jepang dan sweetnet dari Thailand.
Wiknyo, yang merupakan orang baru di dunia budi daya melon jenis premium, sudah merasakan dua kali panen sejak pertama kali memutuskan terjun ke dalamnya. "Ini sudah dua kali panen sejak lima bulan lalu ketika pertama kali menanam," imbuhnya.
Ia mengungkapkan modal untuk memulai budi daya melon jenis premium sebesar Rp 40 juta, dengan perincian Rp 35 juta untuk membangun instalasi greenhouse dan sisanya untuk membeli bibit, pupuk, dan keperluan tanam lainnya.
"Modal awal Rp 40 juta untuk semuanya, meliputi bangunan, bibit, dan lain-lain," jelas Wiknyo.
Dalam satu kali panen, lahan seluas 15x22 meter yang berisi 1.200 tanaman tersebut dapat menghasilkan rata-rata 1,5 ton melon jenis premium dengan harga kisaran Rp 20.000 per kilogram.
"Seluruh modal itu dapat kembali pada panen ketiga," tandasnya.
Ia menjual hasil panennya di lokasi area tanam, bahkan membebaskan para pembeli untuk memilih dan memetik sendiri buah melon premium yang akan dibeli. "Pelanggan kami bebas memilih dan memetik sendiri buahnya," katanya.
Imam Nur Cahyo, salah satu pembeli, mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia merasakan sensasi membeli buah melon dengan cara langsung memetik dari pohonnya.
Ia mengaku baru pertama kali di Bojonegoro ada tempat untuk membeli buah melon langsung memetik dari pohonnya. Apalagi dengan harga buah yang tergolong terjangkau. "Ini yang menarik, kebetulan di Bojonegoro baru ada yang seperti ini," pungkas Imam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




