ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasien DBD Anak-anak di Ponorogo Meningkat, 1 Meninggal Dunia

Rabu, 13 Maret 2024 | 16:16 WIB
GW
MF
Penulis: Gayuh Satria Wicaksono | Editor: DIN
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo, Jawa Timur, mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi di RSUD dr Harjono Ponorogo, tercatat hingga Rabu, 13 Maret 2024, ada 90 pasien telah menjalani perawatan dengan diagnosis DBD.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo, Jawa Timur, mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi di RSUD dr Harjono Ponorogo, tercatat hingga Rabu, 13 Maret 2024, ada 90 pasien telah menjalani perawatan dengan diagnosis DBD. (Beritasatu.com/Gayuh Satria Wicaksono)

Ponorogo, Beritasatu.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo, Jawa Timur, mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi di RSUD dr Harjono Ponorogo, tercatat hingga Rabu (13/3/2024) ada 90 pasien telah menjalani perawatan dengan diagnosis DBD.

Kabid Humas RSUD dr Harjono Ponorogo, Sugianto, mengatakan dalam tiga bulan ini memang terjadi tren kenaikan angka DBD. Pada Januari hanya ada 30 pasien DBD, sedangkan pada Februari tercatat ada 130 pasien DBD.

Bahkan, dari data 90 pasien yang tercatat pada Maret, 41 di antaranya adalah pasien anak-anak.

ADVERTISEMENT

“Untuk hari ini ada 21 pasien dewasa dan 14 pasien anak-anak, sehingga total semua yang dirawat 35 pasien,” kata Sugianto.

Tercatat ada satu pasien anak-anak, dengan diagnosis dengue shock syndrome (DSS) meninggal pada Selasa (11/3/2024) malam pukul 20.00 WIB. Pasien tersebut masuk IGD sore hari sebelumnya dan sempat masuk ICU, tetapi kondisinya sudah parah, sehingga nyawanya tidak tertolong.

Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD dr Harjono, Eko Jaenudin, mengungkapkan dalam tiga minggu ini terjadi kenaikan kasus DBD yang cukup meningkat, khususnya pasien anak-anak. Bahkan, satu pasien dinyatakan meninggal pada Selasa (11/3/2024) malam.

“Memang kondisinya sudah parah, kita sebut dengue shock syndrome,” kata Eko.

Eko menambahkan, kondisi anak saat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi nadi yang lemah dengan badan sudah dingin, bahkan pasien sempat muntah darah segar. Pasien juga mengalami kejang dan sesak nafas, sehingga sempat dirawat selama kurang lebih dua jam tetapi kondisi pasien memburuk.

“Usia yang dirawat rentang antara 1 tahun hingga 13 tahun. Yang meninggal semalam usia 10 tahun,” imbuh Eko. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon