ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir di Kota Semarang Belum Surut, Lansia, Balita, dan Ibu Hamil Dievakuasi

Jumat, 15 Maret 2024 | 15:25 WIB
WW
MF
Penulis: Widy Wicaksono | Editor: DIN
Curah hujan yang tinggi yang mengguyur Kota Semarang selama 3 hari berturut-turut, membuat 42 kelurahan di enam kecamatan terendam banjir, Jumat, 15 Maret 2024.
Curah hujan yang tinggi yang mengguyur Kota Semarang selama 3 hari berturut-turut, membuat 42 kelurahan di enam kecamatan terendam banjir, Jumat, 15 Maret 2024. (Beritasatu.com/Widy Wicaksono)

Semarang, Beritasatu.com - Curah hujan yang tinggi yang mengguyur Kota Semarang selama 3 hari berturut-turut, membuat 42 kelurahan di enam kecamatan terendam banjir. Bahkan 49.000 keluarga  dan 158.000 jiwa terdampak banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan hujan yang mengguyur Kota Semarang mencapai 40,5 mili per detik, dari yang biasanya hanya 150 mili per detik dalam satu hari. Saat ini BPBD bersama petugas gabungan melakukan evakuasi kepada masyarakat khususnya untuk lansia, balita, anak-anak, dan ibu hamil.

Titik yang menjadi fokus evakuasi karena ketinggian banjir cukup tinggi, yakni di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk.

ADVERTISEMENT

"Terutama evakuasi untuk lansia, balita, anak-anak dan bumil. Fokus kita ada di Kelurahan Trimulyo Genuk, ini yang relatif masih tinggi ya, masih sedada. Kedua fokusnya pengiriman bahan siap saji atau makanan ya dilakukan kawan-kawan tim OPD gabungan sampai di lokasi kapan pun kita tidak membatasi. Terus menerus," jelasnya. Jumat (15/3/2024).

Selain fokus evakuasi korban banjir, kata Endro, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan tempat pengungsian di kantor kelurahan, posko kesehatan, dan dapur umur untuk menyuplai makanan sahur dan berbuka. Pengiriman bahan makanan siap saji dan kebutuhan lain yang diperlukan juga tetap dilakukan sampai saat ini.

"Pengungsi paling banyak berasal dari Trimulyo, Kecamatan Genuk dan Kelurahan Muktiharjo Kidul di Kecamatan Pedurungan. Sementara pengungsi 630 orang. Ada lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Ngungsinya di balai kelurahan masing-masing," ujarnya.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet di wilayah yang tidak bisa dijangkau kendaraan. Endro mengaku sudah melakukan berbagai macam upaya untuk menyelamatkan warga terdampak banjir, mulai dari melakukan evakuasi dan mengirimkan bantuan logistik. 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon