Kasus DBD di DIY Tembus 1.135, Pemprov Luncurkan Program Bebas Nyamuk
Selasa, 20 Mei 2025 | 08:20 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat. Hingga Maret 2025, tercatat ada 1.135 kasus DBD dengan tingkat kematian 0,1 persen.
Pemprov merespons kasus DBD di DIY dengan meluncurkan program “Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat, dan Bebas DBD” bekerja sama dengan Enesis Group.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan rogram ini menggabungkan pelatihan kader juru pemantau jentik (jumantik), pemberdayaan masyarakat, dan edukasi pencegahan DBD.
“Program seperti ini, yang menggabungkan pelatihan kader jumantik, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi preventif, bukan hanya penting, tetapi mutlak. Keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para kader jumantik, menjadi ujung tombak dalam mengelola lingkungan rumah dan sekitarnya agar bebas dari jentik dan nyamuk penyebab penyakit,” ujar Sri Sultan pada Senin (19/5/202) di Royal Ambarrukmo Hotel.
Sri Sultan juga menekankan pentingnya pendekatan integrated vector management yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan budaya lokal, seperti melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan edukasi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menambahkan, lonjakan kasus DBD di DIY tahun ini perlu menjadi peringatan serius. Tahun 2024 lalu, kasus DBD mencapai 1.067 kasus dengan incident rate 107. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Nyamuk memang harus diberantas, tetapi yang paling penting adalah perilaku bersih dan sehat. Penyakit DBD seperti kita ketahui dapat dicegah dengan peningkatan daya tahan tubuh, pemberantasan sarang nyamuk, dan melindungi tubuh dari gigitan nyamuk aedes aegypti dengan salah satu cara, yaitu menggunakan lotion antinyamuk,” ungkap Pembajun.
Program ini dilaksanakan di 27 kelurahan di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan mencakup pelatihan kader, edukasi Gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, dan melindungi diri dari gigitan nyamuk).
CEO Enesis Group Aryo Widiwardhono menjelaskan, program CSR ini menargetkan lebih dari 50.000 warga di DIY. Edukasi akan dilakukan secara langsung oleh kader jumantik dari rumah ke rumah mulai 20 Mei hingga 24 Juni 2025.
“Melalui program ini, insyaallah Enesis Group menggandeng Dinas Kesehatan DIY, puskesmas, kader jumantik, menjangkau lebih dari 50.000 warga dan mengedukasi mereka mengenai pentingnya gerakan PSN 3M Plus,” jelas Aryo yang berharap kasus DBD di DIY akan terus menurun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




