ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oma Wastiana, Penari Gunde 90 Tahun yang Jaga Warisan Budaya Sangihe

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:16 WIB
JB
BW
Penulis: Jaya Takaliuang Bawole | Editor: BW

Oma Wastiana, penari Gunde khas Sangihe.
Oma Wastiana, penari Gunde khas Sangihe. (Beritasatu.com/Jaya T Bawole)

Sangihe, Beritasatu.com – Pada usia 90 tahun, Oma Wastiana Mantiaha masih tampil anggun saat mengenakan Laku Tepu, busana adat Sangihe yang terbuat dari Kain Koffo atau serat pisang Abaka. Sosok sepuh ini dikenal sebagai salah satu penari Gunde legendaris yang menjadi penjaga kisah budaya dan sejarah Kepulauan Sangihe.

Dengan suara lembut yang sarat kenangan, Oma Wastiana menceritakan masa mudanya ketika sering mengikuti lomba tarian Gunde. Ia masih menyimpan gelang kenangan yang selalu dikenakan saat tampil di panggung, terawat rapi di rumahnya hingga kini.

Dalam perbincangan hangat bersama Beritasatu.com, Oma Wastiana menggunakan bahasa Sangihe kuno. Dua cucunya ikut mendampingi untuk menerjemahkan agar cerita bersejarah itu dapat dipahami generasi sekarang.

Oma Wastiana saat ditemui di kediamannya mengatakan, semasa hidupnya, dia mengabdikan diri melestarikan tari gunde di Sangihe

ADVERTISEMENT

"Semasa hidup saya mendedikasikan diri untuk terus melestarikan tarian gunde di Sangihe, hingga umur 90 tahun saya tetap menjaga tradisi ini,” kata Wastiana dengan nada pelan, Rabu (22-10/2025).

Ia mengenang masa penjajahan Jepang, ketika warga harus bersembunyi di lubang tanah setiap kali pesawat Jepang melintas di langit Sangihe. Pada masa sulit tersebut, masyarakat membuat pakaian dari kulit pohon demi bertahan hidup.

Selain menjadi penari, Oma Wastiana juga dikenal sebagai penenun terampil. Ia pernah menenun Kain Koffo dan Lengso atau sapu tangan berwarna ungu yang masih terjaga hingga saat ini. Salah satu karyanya yang lain, Kerawang berwarna putih dengan inisial “W.M.”, menjadi bukti keterampilannya dalam menjaga warisan leluhur.

Kisah hidup Oma Wastiana Mantiaha tidak hanya menghidupkan kembali memori masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan tradisi dan budaya sebagai jati diri masyarakat Sangihe.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Laku Tepu, Busana Adat Sangihe Bertahan pada Era Modernisasi

Laku Tepu, Busana Adat Sangihe Bertahan pada Era Modernisasi

NUSANTARA
Jadwal Lengkap Festival Seni Budaya Sangihe 2025 Resmi Dirilis

Jadwal Lengkap Festival Seni Budaya Sangihe 2025 Resmi Dirilis

NUSANTARA
Echan Karaeng Angkat Budaya Sangihe lewat Karya Visual

Echan Karaeng Angkat Budaya Sangihe lewat Karya Visual

NUSANTARA
Warisan Leluhur Sangihe Hidup Kembali di Museum Sanggar Apapuhang

Warisan Leluhur Sangihe Hidup Kembali di Museum Sanggar Apapuhang

NUSANTARA
Masamper, Tradisi Nyanyian Sahut-Menyahut Khas Sangihe

Masamper, Tradisi Nyanyian Sahut-Menyahut Khas Sangihe

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon